Pengantin Baru Dijebak Tukar Pasangan Oleh Iparnya

Di sebuah pesta pernikahan mewah di bilangan Jakarta Pusat terlihat sedang ada pesta pernikahan yang dihadiri cukup banyak tamu.

“Selamat ya Ardi. Lu hoki banget lho dapet istri kyk si Sherly, cantik, dan seksi lagi. Hehehe.” Ucap salah seorang pria sambil berjabat tangan dengan Ardi (26 tahun) pengantin baru keturunan tionghoa yang baru saja menikahi Sherly pacarnya yang masih berusia 22 tahun.

Ardi sambil tersenyum terpaksa agak terlihat risih dan kemudian berbisik dengan istrinya

A: “siapa sih itu say?”

S: “Kayaknya temennya si papa deh say.”

A: “ooo..”

Ardi agak risih karena perkataan bapak tadi juga arah matanya saat berjabat tangan dengan istrinya yang melirik ke belahan dada istrinya yang mengenakan gaun pengantin dengan belahan dada yang cukup seksi yg hampir memperlihatkan putingnya kalau dia menunduk, juga ukuran payudaranya yang cukup besar dan montok membuat pria manapun akan otomatis melirik dan merasa sayang kalau tidak meliriknya.

Hal ini entah mengapa malah membuat Ardi cukup bangga akan keseksian istrinya disaat yang sama juga dia merasa cemburu bagian aurat istrinya dilihat oleh orang lain sedangkan dia sendiri jarang melihat “barang” bagus dikarnakan pergaulannya yang memang agak kurang membuat dia kurang bergaul dengan banyak wanita apalagi wanita secantik Sherly. Maklum dia adalah seorang introvert yang semasa sekolah dulu kurang bergaul dan suka menyendiri.

Dapat menikahi wanita secantik Sherly adalah anugrah baginya dikarenakan Sherly juga anak baik2 yang kebetulan adalah anak dari teman dekat ayahnya. Beruntung bagi Ardi ketika pertama kali dikenalkan dia dan Sherly sudah saling cocok dan tidak merasa dijodohkan karena mereka juga saling mencintai dan sudah berpacaran hampir 7 tahun lamanya. Apalagi mereka berdua sama2 introvert yang pergaulannya juga sama2 kurang sehingga pertemanan mereka pun tidak banyak.

Hampir bisa dipastikan Sherly saat itu benar2 masih perawan dan memang demikian kenyataannya. Sherly baru sekali berpacaran itu juga tidak lama kemudian putus waktu semasa SMA. Baru setelah kuliah Sherly belajar merawat diri, gym, yoga dan senam sehingga “glow up” menjadi wanita cantik lebih cantik dari semasa dia sekolah karena itulah tidak banyak lelaki yang mendekati dirinya semasa remaja. Malah banyak yang menyamakannya dengan penyanyi idol Mahalini. Bisa dibilang Ardi pria yang cukup beruntung dapat menikahinya.

“Gimana bro cape habis resepsi?” Tina sepupu dekatnya Ardi mendekatinya sambil memijat2 bahunya. “Hehehe…Iya cape banget nih pengen buru2 naek ke hotel langsung tidur.” Ardi menjawab sambil mengangkat bahunya kegelian.

Tina yang sudah menikah lebih dahulu adalah saudara sepupu yang dekat dengan Ardi sedari mereka kecil. Hampir setiap minggu keluarga mereka bepergian bersama.

“Waduh kok langsung tidur bro? Ngga belah duren dulu?” Ucap Tony suami Tina yg berdiri disamping Tina yg kemudian sambil ngengir dan menunjuk ke arah Sherly yang tidak jauh dari sana.

Tony adalah suami dari Tina, dan Ardi yang dahulu pernah menyukai Tina sewaktu kecil kurang menyukai Tony. Meskipun sepupu sebenarnya dari SMP Ardi sudah menyukai Tina tetapi karena sepupu Tina tidak merespon Ardi dan bahkan langsung jadian setelah kurang lebih sebulan mengenal Tony.
Juga waktu pacaran beberapa kali Ardi membaca WA istrinya dan kedapatan Tony sering mengirimkan pesan kepada Sherly ke WA istrinya yang kebanyakan berisi basa basi dan sering menanyakan kabarnya sampai ngobrol ngalur ngidul dengan voice note. Dia curiga sepertinya Tony menaruh hati kepada Sherly. Tapi semua itu hanya dipendam saja olehnya.

Tony adalah pria keturunan tionghoa yang memiliki paras lumayan tampan seperti aktor korea dan tubuhnya yg atletis karena sering ngegym juga kondisi keuangan yang lumayan membuat Tony mudah mendapatkan wanita yang dia mau.

Tony walaupun dekat dengan Ardi dan keluarganya sering meledek Ardi sejak pacaran dengan Tina karena memang tubuh Ardi yang pendek dan kurus menjadi sasaran empuk ledekan dan bullyan Tony meskipun dengan nada bercanda. Itu yang membuat Ardi seringkali merasa jengkel kepada Tony. Seringkali semasa pacaran mereka juga sering bepergian ber 4 karena Tina yang dekat dengan Sherly dan merupakan sahabat baik karena mereka 1 kampus dan 1 jurusan. Malah terkadang Tina dan Sherly sering pergi bertiga dengan Tony ketika Ardi sibuk kuliah dan keluar kota mengurus bisnis ayahnya.

Kadang-kadang Ardi menyuruh Sherly untuk jangan dekat2 dengan Tony dan tidak usah membalas WAnya karena Ardi tahu dulunya Tony adalah seorang playboy dan berkali2 menyelingkuhi Tina. Mungkin sampai sekarang masih sama kelakuannya. Tetapi Sherly yg tidak enakan merasa sungkan karena keluarga Tina dan juga Tony saling dekat dan banyak membantu mereka, dan Tina meskipun sepupu dari Ardi sudah sangat dekat bahkan Tina dan Tony sudah dianggap kakak sendiri oleh Sherly sejak mereka pacaran.

“halah bisa diatur itu mah yang penting guenya dulu istirahat.” Ucap Ardi kemudian.

“Masa elu bisa istirahat malam pertama berdua sama cewe secakep Sherly bro. Kalo gue mah udah ngga gw kasi ampun sampe pagi bro. Kalo lu ga mau bisa gue gantiin bro. Hahaha. Cowo mana yg tahan bro liat body sama toketnya.” Tony yg ceplas ceplos meledek Ardi dan menyikut lengannya.

“Geblek lo Ton gw blgin Tina loe.” Ardi yang sedikit kesal berjalan ke arah Tina dan orang tuanya yang tiba-tiba memanggilnya untuk membahas soal amplop dan buku tamu dengan WO.

“Wah geblek aja lu di malah mikirin istirahat. Kalo gue jadi elu mah udah buru2 gue unboxing tuh gw ewe abis2an dah, mana putih, montok, pantatnya sama toketnya duhh…mana tahan. Gw deketin ah. ” Pikir Tony dalam hatinya

Tony mengambil air mineral 2 buah dan kemudian beranjak Ardi mendekat ke arah Sherly yang baru turun dan sedang duduk hendak membuka sepatunya. Meninggalkan Tina yang masih foto2 dengan saudara2nya.

“Halo Sher….” Tony menyapa Sherly yang masih kelihatan cantik dengan gaun pengantinnya walaupun agak kelelahan.

“Eh halo Ton…Belum pulang?” Sherly membalas sapaan Tony.

“Belum nih mau nunggu sampe pada selesai foto dulu. Btw selamat yaa cantik akhirnya sama Ardi resmi dan ngga tidur sendirian lagi. Hehehe” Tony mengajak Sherly bercanda sambil melirik ke belahan dadanya yg rendah.

“Hahaha. Bisa aja lu Ton.”

“Nih air satu buat elu.” Ujar Tony memberikan satu air mineral untuk Sherly.

“Wah makasih ya Ton. Tau aja lu gue haus. Gue baru aja mau ambil minum.” Sherly mengambil air tersebut dan meminumnya sampai habis dengan segera.

T: “Haus neng? Hahaha”

S: “Iya Ton. Makasih ya. Duh cape banget Ton gila tamu banyak banget.”

T: “Cape2 juga tetep kelihatan cantik aja elu Sher.”

S: “Cantik darimananya udah kusam begini Ton.”

T: “Kusam aja cantik. Hehe. Btw gimana mau istirahat atau mau langsung tempur nih?”

S: “Tempur apa mksdnya Ton?”

T: “Yee.. pura2 aja. kuda2an lah. Bercocok tanam. Bikin anak. Kan baru aja resmi nih ceritanya. Haha”

S: “Oooo hahaha. Iya kalo Ardi ngga cape ya bisa aja sih langsung. Kudanya sih tergantung jokinya aja.”

T: “Waduh hot donk nanti yakin masih kuat? Uda cape bgitu kelihatannya dia. Kalo jokinya cape hubungin gue aja ngejokiin. Pengalaman nih. Hahaha.” Tony berusaha menggiring percakapan ke arah yg lebih erotis.

S: “Hahaha apaan sih Ton ga jelas.

Tony yg agak kecewa tidak ada respon dari Sherly masih berusaha menggiring percakapan ke arah yg lebih porno efek dr melihat belahan dada wanita cantik di depannya.

S: “hahaha. Pokoknya sjap2 dpt ponakan aja deh.” Sherly sedikit menepuk lengan Tony.

T: “Wow. Pasti hot banget nih tar malem. Nanti elu juga ngerasain kok enaknya. Hahaha. Jangan lupa saran dari gue.”

S: “Iya oke oke. kata siapa ngga enak. Hehehe”

T: “Nah. Kalo ud nyoba bakal ketagihan bakalan minta terus2an tiap malem. Biasa pengantin baru lagi hot2nya. Hehehe. Kudu sering2 kalo mau cepet punya anak, kalo bisa sehari 2x sesudah makan.”

S: “hahaha kyk minum obat.”

Sebenarnya Tony hanya modus saja mendekati Sherly. Ia sebenarnya hanya ingin melihat belahan payudaranya dari dekat karena sehabis salaman tadi ia mencuri pandang ke arahan belahan Sherly yg tampak menggoda dengan baju pengantin tersebut yang bagian depannya kaku.

Beruntung bagi Tony ketika Sherly membungkuk melepas sepatunya dan menggantinya dengan sandal payudaranya yang memang montok terlihat menggantung dan mengairahkan dan agak sedikit terlihat puting payudaranya yang berwarna pink kemerahan.
Sherly yang memang pintar merawat tubuh sering mengkonsumsi vitamin pembesar payudara dan juga belajar meremasnya sehingga payudaranya kencang dan terawat.

Tony yang duduk di kursi depannya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan menikmati pemandangan indah yang tersaji di depannya tersebut. Apalagi belahan gaunnya yang memang tinggi memperlihatkan pahanya yang putih mulus ketika disilangkan.
Sherly yang memang sangat lelah terlihat lupa bahwa ada Tony di depannya sedang menikmati pemandangan paha dan payudaranya.

Ardi yang dari kejauhan melihat Tony terlihat mengobrol dengan istrinya. Beberapa kali Ardi melihat istrinya tertawa2 menepuk tangan Tony.

Tiba2 Ardi agak melotot ketika istrinya membungkuk melepas sepatu dan mengenakan sandalnya dia melihat mata Tony mengintip ke arah payudara istrinya yang terlihat menggantung dengan indahnya. Ardi berpikir pasti Tony dapat melihat dengan jelas payudara Sherly bahkan putingnya walaupun Tony berpura2 main hp tapi lirikan matanya tetap ke arah kedua bongkahan payudara indah istrinya.

“Yee sial tuh si Tony kykny curi2 kesempatan ngintip toket bini gue. Aduh malah tuh gaun belahannya tinggi bener. Gila tuh paha bini gue keliatan hampir semuanya sama si Tony.” Ardi menggerutu apalagi ketika dia melihat Tony pura2 melihat ke hpnya tapi melirik ke payudara dan paha Sherly dan sambil sesekali Tony membenarkan selangkangan celananya yang pasti sudah sempit karena ereksi.

A: “Lama banget sih lepasin sepatunya aja. Tony keenakan tuh ngintipin toket bini gue.”
Dari kejauhan Ardi terlihat kesal melihat Tony menikmati keindahan payudaranya. Tetapi entah mengapa ia ingin membiarkan Tony mengintip lebih lama lagi.

Tony sedikit menelan ludah melihat indahnya payudara Sherly.
“Anjir Sherly. Seksi bener tuh toket. Ga salah dari dulu gw jadiin bacol gue kalo Tina lagi PMS. Kalo cuma berdua pasti udah hilaf gue pengen langsung gw remes aja tuh toket. Njir. Tadi kykny keliatan dikit pentilnya deh. Agak pink dikit kykny pentilnya.”

Tony yang sambil berpura2 memainkan hpnya sebenarnya matanya tidak lepas dari kedua bongkahan payudara sherly apalagi keringatnya tampak menetes ke belahan payudaranya. Membuat dia ingat bahwa dulu dia sering menjadikan Sherly objek seksualnya bahkan ketika berhubungan dengan Tina, Sherly lah yang sering ia bayangkan.

Setelah para tamu pulang mereka semua pun bergegas pulang. Tina yang adalah bridesmaid Sherly dengan dibantu Tony membawakan baju2 koper mereka ke kamar hotel yang berada satu gedung dengan tempat pesta.

Kamar yang dipilih mereka adalah kamar yg paling mewah di hotel tersebut. Kamar itu memiliki ruang tamu yang besar dengan sofa untuk duduk duduk.

Sesampainya di kamar mereka Sherly duduk dan tiduran di ranjang hotel yg besar dan empuk.
“Aduh ga tahan banget nih pengen mandi.” Ujar Sherly yang tiduran di ranjang hotel dibantu oleh Tina merapikan barang2 bawaan mereka.

Tony: “ini kopernya gue taro di sini aja ya.”

Sherly: “Siip makasih ya Ton.”

“Kalian besok mau cekout jam berapa? Gue mau booking pesawat nih untuk ke Bali. Kalian mo ikut ngga?” Tina mengajak Ardi dan Sherly untuk pergi bersama mereka.

“Wow boleh tuh. Sekalian honeymoon kita say. Haha…” Sherly merasa senang akan berjalan2 dengan status melepas lajang.

“Ya gue sih mau2 aja kalo Sherly mau.”
Ujar Ardi sambil berjalan ke arah WC hotel.
“Ini WCnya transparan begini kacanya?”
Sahut Ardi yg tiba2 kebingungan melihat kamar mandi hotel yang kacanya tembus pandang dari luar dan tidak ada horden untuk menutupi kamar mandi sehingga siapa pun yg mandi bisa terlihat dari kamar hotel. Bahkan dari ruang tamu bisa kelihatan sedikit karena letaknya.

Tony lalu kemudian menyusul Ardi melihat kamar mandinya. “Ya memang kamar mandi hotel mewah kebanyakan begini, karena yg nginep biasanya pasangan. Biar lebih romantis mungkin. Jadi nanti Sherly mandi lo bisa ngeliatin prosesnya sampe selesai. Drpd nonton TV mulu. Hahaha”

Ujar Tony sambil tertawa mesum.

“Hahaha yang udah pengalaman paham aja ya.” Sherly menimpali ucapan mereka.

“Iya makanya laki lu masih butuh bimbingan gue nih Sher. Ya ga di?” Ujar Tony menyikut lengan Ardi.

“Ya udah kita balik dulu ya. Ayo Tin, biarin si Ardi sama Sherly mau wik wik dulu. Ahahaha.. Good Luck kalian..” Tony pun beranjak berdiri dan berjalan ke arah ruang tamu meninggalkan mereka.

“Apaan lagi. Gue juga mau ke resepsionis bentar.” Ujar Ardi.

Kemudian mereka pun sama2 keluar dr kamar bertiga meninggalkan Sherly sendirian yg hendak mandi di kamar.

Mereka berpisah di depan pintu lift ketika Tony dan Tina naik ke lantai atas ke parkiran mobil dan Ardi masih menunggu lift yg satunya lagi hendak turun ke resepsionis di bawah hendak meminta kunci cadangan untuk kamar.

Sesampainya Tony dan Tina di lantai gedung parkir ketika hendak menuju ke arah mobil Tony merasakan sesuatu yang mengganjal di saku celananya.

“Aduh say…gue lupa balikin kunci mobil Ardi. Sama kunci cadangan kamar hotel mereka juga masih di gue.” Ujar Tony tiba2.

“Yaa gimana sih. Y udah kamu balik ke kamar mereka aja Ton deh aku tunggu di mobil aja.” Ujar Tina sambil berjalan ke arah mobilnya.

Tony kemudian dgn cepat berlari kembali ke lift dan menuju kamar hotel Ardi hendak mengembalikan kunci mobil mereka.

Sepanjang jalan menuju lift Tony tersenyum dengan bangga rencananya berhasil. Hotel tempat mereka pesta dan tinggal sekarang tidak lain adalah saran dari Tony karena dia sudah berlangganan dan sering membawa wanita ke sana. Dia sudah hapal dan tau bahwa kamar suite di hotel ini memang memiliki kamar mandi kaca transparan yang tidak dapat ditutup. Juga ia sudah merencanakan untuk menaruh kamera tersembunyi di kamar Ardi dan Sherly mengintip malam pertama mereka.

Sesampainya di pintu kamar Ardi, Tony membuka kunci pintu dgn kunci cadangan yang dibawa oleh Tony.

Tony meletakkan kunci cadangan kamar hotel dan kunci mobil di meja dekat sofa ruang tamu hotel. Lalu dia meletakkan kamera tersembunyi tersebut di vas bunga sudut kamar yang jarang dilalui orang karena hanya ada meja kecil dan vas bunga.

Ketika hendak keluar dari kamar tersebut, tiba2 Tony mendengar suara gemericik air dari kamar Ardi.
Sebuah senyum licik mengembang di wajah Tony.

“Wah jangan2 lg mandi nih dia. Wcnya kan transparan. Ahh gua ngintipin ah..mumpung ada kesempatan si Ardi masih di bawah.”

Ia ingat bahwa Sherly tentu sedang mandi di kamarnya sendirian dan Ardi sedang ke bawah.

Benar saja. Ia melihat gaun pengantin yang tadi dikenakan Sherly diletakkan di atas ranjang. Dengan mengendap2 dari ruang tamu ia berjalan perlahan2 menuju ke dalam kamar Sherly.

Dan benar saja Tony melotot dan jantungnya berdebar2 melihat Sherly yang sedang mandi membelakangi Tony dan Tony dengan jelas dapat melihat tubuh telanjang Sherly yang sedang mandi lewat kaca transparan di kamar itu. Pantat, punggung dan paha mulus sherly yang menggairahkan dapat dilihat keseluruhannya oleh Tony karena kaca transparan tersebut. Rambutnya yang panjang dibiarkannya digerai semakin menambah sensualitas wanita cantik ini.

“Wow hoki banget gue gila bisa ngeliat body si Sherly gak salah gue selama ini, seksi abis ni cewe pantatnya montok kenceng banget.” Tony berhenti sejenak mengintip ke arah kamar mandi lewat ruang tamu. Dia terpesona melihat tubuh telanjang Sherly terutama pantat Sherly dengan jelas bergoyang2 ketika dia keramas.

“Harus gue rekam nih. Mayan buat bacol gue. Anjing seksi bener dia.” Tony mengambil HPnya dan merekam Sherly yang sedang mandi dan sedikit menzoom ke arah tubuh Sherly dr ruang tamu.

Beruntung bagi Tony tidak lama kemudian Sherly pun balik badan dan membilas rambutnya bagian belakang sambil memejamkan mata dan Tony dapat melihat tubuh telanjang bulat Sherly dengan jelas dan bagian depan yang basah menambah sensualitas tubuhnya.

Tony bisa merasakan celananya menyempit karena kontolnya tegang melihat pemandangan indah ini. Payudara yang tadi hanya bisa diintipnya lewat belahan dada Sherly ketika mengenakan gaun, sekarang terekspose seluruhnya bahkan selangkangan Sherly dan vaginanya yg indah tercukur terlihat oleh Tony dengan Jelas.
Payudara Sherly yg kira2 berukuran 32C dengan putingnya yang berwarna pink terpampang dan terlihat jelas oleh Tony. Apalagi dengan keadaan basah mengkilap dengan busa shampoo dengan posisi membusungkan dadanya dan menengadah ke atas. Membuat dada Sherly dan payudaranya yg kencang semakin mencuat ke atas, pemandangan yang mengairahkan ini membuat kontol Tony semakin mengeras.

Apalagi ketika Sherly menyabuni tubuhnya dan terutama ketika Sherly menyabuni dadanya dan payudaranya dengan sabun Sherly terlihat seperti sedikit meremas payudaranya. Beda dengan payudara2 wanita yang selama ini dilihat Tony payudara Sherly kencang dan tidak nampak turun dan kendor tapi padat dan tampak pas di genggaman.

“Aahh….gila ini sih seksi abis bodynya si Sherly ga nyangka gue. Rejeki banget ini hari bisa ngeliat dia mandi telanjang begini. Memeknya dicukur abis gila. Udah siap kali mau ngewe sama si Ardi. Kyk gimana rasanya ya jepitan tuh memek.” Tony membayangkan jepitan memek Sherly sambil mengelus dan mengurut kontolnya yang sudah konak maksimal.

Tony kemudian sudah tidak tahan lagi. Menurutnya Sherly adalah wanita tercantik dan terseksi yang pernah dia lihat telanjang bulat. Meskipun dia berpengalaman menaklukkan banyak wanita, tidak ada yg bodynya seseksi Sherly. Dia menghentikan aktifitasnya merekam dengan HP dan memasukkan HPnya ke sakunya. Kemudian ia pun mengurut urut kontolnya dan mengocoknya perlahan tanpa membuka celananya sambil mengintip Sherly yang kini sedang menyabuni tubuhnya bagian depan dengan sabun.

Beruntung bagi Tony Sherly tidak menghadap ke arah ruang tamu melainkan miring menghadap ke arah TV yang sedang menyala di depannya. Karena sambil menonton TV Sherly agak lama menyabuni tubuhnya. Membuat Tony semakin lama menikmati pemandangan ini.

Saat sedang asik tiba2 HPnya bergetar karna telepon dari Tina yg membuat Tony tersadar dan langsung menyudahi aktifitasnya. Tony dengan menahan ereksinya pun keluar dr kamar Sherly dan segera menuju ke lift dengan jantung berdebar2 dan kontolnya yg masih ereksi diarahkan ke atas. Beruntung keadaan koridor hotel saat itu sepi kalau tidak pasti banyak yang melihat kontol Tony yg tegang dengan jelas dari balik celananya.

Sesampainya di depan lift tiba2 pintu lift terbuka dan yang keluar dari lift adalah Ardi suami Sherly yang baru saja kembali dr resepsionis.

“Loh Ton kirain udah balik? Kok masih di sini?” Tanya Ardi.

“Eh Di…ii iya tadi konci mobil elu masih kebawa sama gue lupa gue balikin sama kartu hotel cadangan. Udah gue taro di meja ruang tamu. Dah selamat istirahat ya. Ngantuk banget gue balik dulu Di.” Ujar Tony yang buru2 dan masuk ke lift yang tadi dinaiki Ardi.

“Oooo walah tadi gue minta kunci cadangan lagi ke resepsionis. Ya udah tengkiu ya.” Ardi pun berjalan ke arah kamar. Tetapi sebelum pintu lift tertutup ia dapat melihat selangkangan Tony yg menggembung.
Ia heran kenapa Tony malah berdiri kontolnya saat ini. “Ah mungkin gue salah liat.” Ujar Tony.

Tony kemudian masuk ke dalam kamar dan berjalan masuk. Ia melihat Sherly yang berdiri di depan kamar mandi sudah melilitkan handuk ke tubuhnya dan baru saja selesai mandi.

“Loh tadi kamu mandi say?” Ardi kaget melihat Sherly yang baru selesai mandi dan mengingat tadi baru saja Tony masuk ke kamarnya.

“Loh iya lah. Emang kenapa?” Tanya Sherly yang kebingungan.

“Hehehe cepet amat. Padahal aku bisa ngeliat kamu mandi kan kacanya transparan begini.” Ardi nyengir dan kemudian mengaduh dipukul oleh Sherly.

“Dasar mesum iihh.. aku kan masih malu say.” Sherly dengan manja memukul lengan Ardi.

“Iihh kan udah resmi say kita ga usah malu2 lagi. Hehe.” Ujar Tony.

Ardi tiba2 terdiam dan berpikir: “Waah sial. Tadi Tony masuk apa dia ngeliat Sherly lagi mandi ya? Mana kaca kamar mandinya transparan begitu. Pantesan tadi kontolnya kyk ngaceng berdiri begitu. Jangan2 bener dia abis ngeliat Sherly mandi… Sial… sial…”


“Ah udahlah mungkin juga Tony juga cuma naruh kunci aja terus balik, mungkin Sherly juga blm mulai mandi tadinya. Semoga.”

Dengan masih banyak tanda tanya di kepalanya Ardi yang sudah kelelahan pun bergegas mandi di kamar hotelnya.

Sambil mandi dengan canggung Ardi membuka baju dan celananya karena WC tersebut transparan dan Ardi blm pernah telanjang di depan istrinya. Mereka pun tertawa2, dia melihat Sherly yang sedari tadi masih berbalut handuk terkadang pura2 sibuk mengalihkan perhatian dengan HPnya padahal dia belum pernah melihat pria telanjang sedikit pun, dia pikir penis Ardi sudah besar padahal penis Ardi yang belum ngaceng ukurannya kurang dari jari telunjuk org dewasa.

Dengan kaca kamar mandi yang transparan dia bisa melihat Sherly yang berbalut handuk membuka pintu lemari kemudian membuka handuk yg melilit tubuhnya

Sherly rupanya masih malu2 terhadap Ardi dan bersembunyi di balik pintu lemari hotel menutupi tubuh telanjangnya dengan pintu lemari itu sambil melirik ke arah Ardi yg sedang mandi.
Ardi yg sempat sedikit melihat sedikit tubuh telanjang Sherly langsung ereksi melihat tubuh telanjang istrinya yg sangat seksi yang belum pernah ia lihat.
Sherly dan Ardi sama2 adalah anak alim yang patuh terhadap orang tua dan tdk pernah melanggar norma2 batas mereka sehingga mereka benar2 tidak pernah macam2 selama pacaran.

Dr kamar mandi Ardi bisa melihat paha Sherly yang mulus juga pantatnya yg kencang dan bulat menggantung indah juga lekukan pinggulnya yang aduhai dan perutnya yang rata tanpa lemak membuat Ardi terpesona. Maklum karena Sherly sering ngegym dengan Tina hampir 4 tahun belakangan ini.
Setiap pria normal manapun yg melihat Sherly ngegym pasti akan melirik dan dia selalu menjadi pusat perhatian. Tdk jarang banyak yg menggoda ataupun sekadar basa basi kenalan dan menanyakan nomor hp. Apalagi pakaian gymnya hanya celana legging ketat dan tanktop yang memperlihatkan perutnya rata dan putih seksi.

Sherly terlihat mengeluarkan pakaian dalam seksi dari kopernya dan kemudian memakainya. Dari kamar mandi Ardi kurang bisa melihat bentuk dan rupa pakaian dalam itu karena Sherly yg malu langsung menutupinya dengan baju kimono model handuk yang disediakan hotel.

Setelah mandi mereka duduk dan terlihat menikmati sisa makanan dan kue yg dibawanya dari tempat resepsionis.
Sambil makan mereka berdua berbincang2 membicarakan perihal resepsi tadi.

Setelah makan sambil berbincang2 bercanda dan tertawa mereka pun duduk2 di ranjang sambil menonton TV setelah Sherly mengecilkan sedikit AC kamar yg dingin.
Tidak berapa lama Sherly terlihat menekan2 remote mengganti channel. Tiba2 di layar TV terpampang adegan perempuan dan lelaki yang tengah bercumbu. Rupanya itu adalah layanan video porno semi berbayar yang disediakan pihak hotel. Sherly langsung menoleh ke Ardi melihat adegan itu.

Dengan malu2 Ardi dan Sherly menonton adegan panas tersebut sambil berpelukan di ranjang berdua. Dapat mereka lihat di TV terlihat sang pria mulai membuka BH wanitanya dan mulai mencumbu tubuhnya dari bibir, leher, dan kemudian memainkan payudaranya.

Dengan malu2 mereka berpelukan sambil menonton adegan tersebut. Sebenarnya mereka masing2 juga sudah pernah menonton video porno. Apalagi Ardy yang memang introvert dan kurang pengalaman dgn wanita. Perlahan2 tangan Ardy mulai nakal menyingkap kimono yang dipakainya dan membelai2 paha Sherly yang tiduran dipelukannya.

Sherly juga bisa merasakan celana Ardy yang mulai menggembung. Tangan Sherly inisiatif masuk ke dalam celana Ardy dan menyentuh penis Ardy.

“Hmmm… udah keras aja punya kamu say. Hehehe….” Sherly terlihat malu2 untuk pertama kalinya menyentuh penis pria.

“Iya disentuh sama cewe secantik kamu langsung aja tegak nih dede aku. Hehehe.”

Tiba2 Sherly terlihat berdiri dan membuka ikatan kimono hotelnya.

S: “Say aku ada surprise nih buat kamu. Merem donk.”

A: “Surprise apa nih? Hehehe. Ardi yang sudah tahu bahwa istrinya akan membuka pakaiannya memejamkan mata.”

S: “Taraaa…Surprise…”

A: “Haaah? Say baju apaan ini? Seksi amat kamu pake baju ini? Ckckck suit suit…”

Ardi menarik Sherly ke ranjang dan mereka pun kemudian berciuman dengan mesra, pengantin baru yang masih awam ini pun berciuman tanpa memainkan lidah sama sekali. Hanya berciuman bibir saja dan saling menghisap bibir masing2. Sherly pun dengan malu2 berciuman dengan Ardy.

Ardi yang sejak tadi penasaran dengan pantat Sherly pun meraba pantatnya membuat Sherly menggelinjang geli.
Tak lupa Ardi mengelus paha mulus Sherly yg mengenakan lingerie seksinya sambil tetap berciuman.
Puas dengan paha dan pantatnya Ardi pun mengincar kedua bukit kembar Sherly yg montok.

Sherly merasa ada sesuatu yang aneh.
Ada perasaan aneh yang tiba-tiba menyelimuti dirinya
Ada rasa geli yang aneh.
Ada rasa hangat yang aneh
Rasa geli dan hangat ini muncul ketika telapak tangan Ardy masuk ke balik lingerie lewat bawah dan melewati pucuk bukit kembar miliknya

Sherly merasa dirinya meremang
Sentuhan itu. Sentuhan Ardy membuat dia meremang. Meremang yang aneh
Ini yang pertama kali seumur hidup bukit kembar miliknya disentuh laki-laki
Meski sudah berpacaran cukup lama dengan Ardi, dia tak pernah
mengizinkan kekasihnya itu menyentuh bagian dada.
Selama ini Sherly hanya mengizinkan disentuh di bagian kepala. Dahi, pipi, juga bibir. Untuk bibir juga hanya kecupan sekilas Untuk dada, terutama sepasang bukit kembar, itu merupakan area terlarang bagi siapapun.
Kini untuk pertama kali dalam hidupnya, Sherly merasa bukit kembar miliknya
disentuh. Dia merasa bagaimana pucuk bukit kembar miliknya disentuh oleh
telapak tangan laki-laki. Sentuhan Ardy menimbulkan rasa geli yang aneh
Rasa geli yang seolah membuat dirinya terbuai. Untuk pertama kalinya ada laki2 yang meremas buah dadanya dan meremas dan memainkan putingnya.
Dengan nafsunya yg naik ia mencium bibir Ardy.

“Mmmmhhh….”

Ardy kini semakin intens dengan gerakannya meremas payudara Sherly sambil duduk di ranjang dengan posisi Ardi dibelakang dan meremas2 payudara Sherly dari luar lingerie yg ia kenakan sambil berciuman dari belakang.

Sherly kemudian berinisiatif membuka sendiri lingerie yang ia kenakan sehingga ia pun telanjang total.

******************
Dilain tempat.

“Wah wah..***panya pengantin baru sudah mulai beraksi nih.”

Seseorang menatap layar di HPnya sambil tersenyum. Rupanya yang di HPnya adalah aksi live streaming kegiatan Ardy dan Sherly saat ini di hotel.

“Woow seksinya body lu Sherly. Ga percuma gue sm Tina ajak elu ngegym. Akhirnya untuk kedua kalinya gue ngeliat body lo telanjang lagi. Hmmm.. tuh toket sedap banget pentilnya pink lagi. Enak tuh diremes sambil disedot.”

“Gilaa…
Seruan kekaguman keluar dari mulut Tony. Apa yang dia saksikan benar-benar luar biasa.
Dia melihat sepasang bukit kembar yang indah sepasang bukit kembar yang mengacung penuh
Bukit kembar itu berukuran besar, namun bukit kembar itu sama
sekali belum layu.
Bukit kembar itu tidak terlihat lembek.,
nampak kenyal dan kokoh.
Pada pucuk bukit kembar itu dia melihat bulatan kecil berwarna merah muda
Pucuk bukit kembar juga berwarna merah muda.
“Bagus banget.” katanya.

“Hmm… Lakinya kaku amat sih sentuhannya. Kalo gue mah udah gue sedot tuh pentil. Bangsat. Hoki banget lo Ardy. Sedot tuh pentil ******. Udah mulai tegang tuh pentilnya.”

Yang sedang mengintip aksi mereka sudah dipastikan adalah Tony lewat kamera tersembunyinya yang ditaruh di kamar hotel mengintip aksi mereka.
Tony takjub melihat tubuh telanjang Sherly terutama kedua bongkah payudaranya yang sedang diremas-remas oleh Ardy dari belakang.

Tidak henti2nya Tony memperhatikan tubuh telanjang Sherly dari HPnya dan mengelus2 kontolnya yang konak sedari tadi.

“Sempurna banget tuh toket. Baru kali ini nih langsung ngaceng keras begini ngeliat toket cewe padahal udah sering. Tapi bentuknya ga ada yg sebagus ini. Bulet padet dan kenceng. Wow. Luar biasa.” Tony berkali2 menelan ludahnya. Beda dengan waktu dia mengintip Sherly mandi tubuhnya penuh dgn busa sabun hingga kurang begitu jelas.
Saat ini tubuh Sherly duduk telanjang total bercumbu dengan suaminya sedang melakukan aktifitas malam pertama mereka sambil diperhatikan Tony lewat kamera tersembunyi.

Tidak lama kemudian Sherly pun tiduran. Dari kameranya Tony bisa melihat Ardy menindih tubuh istrinya, tetapi entah mengapa ia nampak sedikit kesulitan. Mencari lubang vagina Sherly.

“Hahaha letoy dah tu kontolnya, kelamaan frustasi nyari lobang. Geblek dah si Ardy cowo gak guna. Gua aja ngeliat body bininya dari jauh ngaceng keras bgini.” Tony menertawai aksi Ardy yang kini gugup ketika akan melakukan penetrasi.

Tony masih memperhatikan tubuh Sherly yang seksi dan telanjang pindah posisi di atas tubuh Ardi membantu suaminya dengan penuh perhatian dan kasih sayang memasukkan penis Ardi ke vaginanya dan menaik turunkan tubuhnya. Tapi apa daya suaminya yang kurang pengalaman lagi2 gagal memasukkan penisnya yang memang kurang tegang karena gugup.

Sherly pun berganti posisi dengan menungging. Ardi kemudian bersiap memasukkan penisnya dari belakang. Ketika melihat Sherly yang menungging Tony melotot melihat pantat dan liang vagina yang begitu seksi tercukur sedang menanti sang suami untuk memasukkan penisnya yang ukurannya kurang dari separuh penisnya Tony.

Mungkin kalau Tony yang berada disana ia sudah menancapkan dalam2 penisnya ke dalam vagina Sherly.

“Susah banget yang gimana ya hehe…” Ardi yang masih awam mencari2 lubang vagina istrinya tetapi tidak ditemukannya.

“Ini ya say berasa ga say punya aku?”

“Aww sakit yank..disini iya..”

“Aww belum masuk yank.”

Sherly membantunya dengan mengarahkan penis Ardy tetapi saat melihat Sherly kesakitan Ardy pun panik. Sehingga efek panik dan gugup membuat penisnya lama kelamaan menciut.

“Susah ya yank? Kalo belum keras susah masuknya. Mau aku kocokin dulu biar tegang lagi?” Sherly memaklumi kesulitan suaminya dan menawarinya untuk mengocok penisnya.
Sherly juga terlihat masih awam mengocok penis Ardy.

Setelah dirasa cukup keras Ardy ingin memasukkan kembali tetapi karena memang foreplay yang kurang dan memek Sherly yg kurang basah ia pun kesulitan memasukkan kontolnya.

“Ya udah deh besok pagi aja yank mungkin kamu juga udah kecapean.” Sherly mengerti dan memahami kesulitan Ardi. Di satu sisi ia juga senang bahwa Ardi belum ada pengalaman dengan wanita yang berarti ia lelaki yang setia.

Dengan masing2 agak kecewa Sherly dan Ardy pun memakai kembali pakaian tidur mereka dan lalu mereka yang memang sudah kelelahan hendak langsung istirahat. Ardi menyalakan lampu kecil dan Sherly yang tidak bisa tidur kalau masih ada cahaya tidur mengenakan penutup mata.

Ketika Sherly sudah tidur Ardi tidak bisa tidur terpikir Tony yang tadi masuk ke kamar selagi Sherly mandi. Ia yang penasaran akan apa yg dilakukan oleh istrinya sewaktu dia mandi melihat HP sherly tergeletak di meja kamar.

Setelah dirasa istrinya sudah tidur dia pun mengecek HP istrinya. Dia senyum2 sendiri membaca WA dari Tina kepada istrinya yang ternyata Tina membelikan lingerie yang sangat seksi untuk Sherly yang sudah dicobanya bbrp hari yang lalu. Tina yang memang sudah berpengalaman tampak mengajari Sherly yg masih alim tentang seks.
Dia membaca satu persatu wa Tina dari atas dari bbrp hari yang lalu.

Tina: “Mana lingerie yg udah gue beli fotoin donk udah dicoba belom?”

S: “Ihh malu ahh nanti aja gw pake sama Ardi pain lo minta2 foto? Lesbong? :p

Tina: “Yee nanti kalo emg lu kurang suka atau kurang cocok bisa tuker max 2 hari”

S: “Iye gue cobain dulu ya”

S: “Pas nih…”

Terlihat Sherly mengirimkan fotonya yang sedang memakai lingerie yg super seksi pemberian Tina. Lingerie itu adalah dress kecil terusan berwarna putih yang super pendek, tipis dan transparan dengan sedikit renda yang meng ekspose keindahan tubuh Sherly seluruhnya. Dengan lingerie ini celana dalam dan BH Sherly tampak menerawang.
Lingerie tersebut dengan belahan rendah dan tali tipis di pundak sangat seksi dipakai oleh Sherly.

Tina: “Gila lo neng. Seksi banget. Pasti Ardi ngeliat lo begini langsung diterkam. Pake ya waktu malem pertama.”

S: “Iya say nanti gue pake.”

Tina: “Coba donk jangan pake BH. Ngga pas banget sama BH elu tuh. Memang ngga dirancang untuk pake BH itu lingerienya.”

S: “Bentar2 gw coba dulu.”

Agak lama kemudian Sherly kemudian mengirimkan fotonya selanjutnya mengenakan lingerie tersebut tanpa BH dan hanya mengenakan celana dalam. Puting payudaranya yang berwarna pink dengan aerolanya yg kecil seksi terlihat menerawang dari balik lingerie tersebut.
Lama Sherly menunggu tidak ada balasan hingga 10 menit kemudian baru Tina membalasnya.

Tina: “Naah sempurna. Seksi banget…hahaha”

S: “Gile lo dapet darimana lingerie seksi begini? Ardi bisa melotot nih ngeliat gue begini.”

T: “Biasa lah laki gue yang milihin dr online. Dia ada aja idenya. Kemaren gue nanya dia kado buat pernikahan elo. Kalo nanya ke cowo kan lebih cocok”

“Duh ternyata si Tony yg milihin lingerie utk Sherly. Maksudnya apa sih ampe ide2 milih lingerie segala.” Membaca kata2 mereka Ardi merasa risih karna Tony terlalu dekat dengan istrinya. Padahal wajar saja karna Tina yg membelikan untuk istrinya.

S: “Ooo si Tony yang pilihin. Pantesan. Dasar. Tapi dia tau aja milih warnanya sama motifnya Tin”

T: “Ga ngerti deh. Dia kyk yg paham gitu sama body elu. Mungkin sering merhatiin kali. Hahaha..”

S: “Buat apa kali merhatiin body gue.”

T: “Biasa lah lelaki. Body elu kan seksi juga Sher.”

S: “Ahh ngga ah gw ud rada gemukan. Bagusan body elu ah.”

S: “Btw makasih lho uda cape2 nyariin kado. Nih gw lg mau make kok buat malper sm Ardi. Hehehe.”

T: “Jangan lupa sama apa yg gw tunjukin kemaren ya.”

S: “Tunjukin apa? Yang mana?”

T: “Aduuh itu tuh video yg di rumah gue. Koleksi pribadi. Hehehe. Buat referensi elu MalPer. Hahahaa”

S: “Ooo itu. Jgn blg2 Tony sm Ardi ya lu awas aja kalo sampe cerita.”

Ardi berpikir dengan keras. “Video apa ya?? Kok gue jadi penasaran.” Ardi ingin bertanya kpd Sherly maupun Tina tapi sungkan.

Mungkin Ardi akan kaget video apa yg ditunjukkan Tina kepada Sherly sebagai “referensi” malam pertama.

*********
Hari itu 2 hari sebelum hari pernikahan mereka, Sherly datang ke rumah Tina malam2 dan bercerita tentang kegugupannya menghadapi malam pertama.

“Ga usah gugup. Malam pertama itu indah seharusnya lu menikmati.” Ujar Tina.

“Gimana abis gw ga tau caranya. Ardi juga keliatannya masih awam banget. Sedangkan dari ortu gue uda pengen banget punya cucu lu tau sendiri gw anak tunggal.” Ujar Sherly.

“Nih gw ada video yang bagus buat lu tonton.” Tiba2 Tina mengambil Hp dan membuka sebuah video.

Tak lama, pada video muncul seorang lelaki. Lelaki itu mengenakan kemeja
berwarna biru dan celana panjang berwarna hitam, ketika close up ke mukanya barulah Sherly melihat bahwa itu adalah Tony.

Mereka kemudian melihat Tina membuka celana yang dipakai Tony yg
membiarkan celananya dilucuti. Beberapa detik kemudian, Tony terlihat tak lagi mengenakan celana
“Iiihhh…” Sherly berdesis ketika melihat Tina mengelus-elus milik Tony
Kontol Tony yang awalnya lemas, perlahan mulai membesar dan semakin besar.

“Oi.. kok ngasih liat video elu ma Tony sih.” Sherly memukul pantat Tina.

“Duh neng tenang aja gw ga akan blg siapa2. Ini biar elu belajar aja cara memuaskan Ardi.” Tina meyakinkan Sherly.

“Wah gede juga punya dia,” Sherly berkata dalam hati.
Dari layar hp memang terlihat jelas kalau milik Tony memang besar. Sangat
besar dan terlihat sangat keras
Tina kemudian memberi isyarat agar Tony berbaring di ranjang. Tina terlihat
membuka seluruh pakaian yang dikenakannya.
Tina yang tanpa busana kemudian berjongkok di dekat Tony yang berbaring.
Tina kemudian memasukkan milik Tony yang besar dan keras itu ke
mulutnya.
Tina kemudian mengulum kontol milik Tony,
Tina mengulum sambil matanya melirik ke Tony. Sesekali Tina juga melirik
ke arah kamera. Tina terlihat sangat menikmati menghisap kontol Tony yang
sangat besar itu.
“Wah, Tina terpaksa membuka mulutnya lebar-lebar guna menghisap. Memang
besar banget punya Tony.” Ujar Sherly dlm hati.
Sherly memang bbrp kali sempat penasaran membuka video porno streaming tetapi melihat org yg dikenalnya yang bermain di video itu sensasinya sungguh berbeda.

Setelah beberapa saat, Tina menghentikan kulumannya. Jemarinya kemudian
mengelus-elus kontol Tony.
Tina kemudian berjongkok di atas perut Tony. Tina yang masih memegang
milik Tony, kemudian mengarahkan ujung kontolnya ke vaginanya dan kemudian merendahkan tubuhnya.

Tina mengangkat tubuhnya, dan dengan perlahan kembali menurunkan
“Uhhhh… ”
Tina mengeluh.Matanya terbelalak. Dia menatap ke Tony
Kembali dia mengangkat tubuh dan menurunkan. Kali ini dia menurunkan tubuhnya dengan lebih cepat. Tina kemudian menggoyang Tony. Dia menggoyang dengan tubuhnya naik turun. Dan pinggulnya meliuk2 seperti ular mengaduk2 kontol Tony yang mentok sampai ke dalam
.
“”Ooouhhh…”‘ Tina mengerang. Dia melirik ke arah Tony, kemudian ke arah
kamera. Dia hanya hanya menatap sekilas namun ada senyum kebanggaan di wajahnya
Tina terus bergoyang. Kini dia meletakkan kedua tangannya di belakang, dekat kedua kaki Tony. Kini dia menggerakkan pinggulnya maju-mundur.
“”Uhhh… Enak sekali Ton…” Tina terdengar berbicara perlahan.
Sementara itu, kedua tangan Tony terlihat menggerayangi sepasang bukit
kembar milik Tina. Jari-jari Tony meraba-raba dan meremas-remas pucuk
bukit kembar milik Tina yang bergerak perlahan.
‘Ooouuuuhh… Punya kamu enak banget Ton..” Tina merintih.

“Enak gimana sayang yg jelas donk?” Terdengar suara Tony bertanya.
“Rasanya…keras banget…Ouuhhh…keras dan gede…aahhhh…gede banget..

Sherly terlihat menggigit bibir bagian bawahnya. Melihat adegan tersebut.

Tina merintih dan terus bergoyang
Kini Tina sudah mengubah gayanya. Kedua tangannya kini diletakkan di
depan, di dekat kedua bahu Tony. Sementara pinggulnya masih bergerak maju-mundur.
‘Mau dapet yank..Mau keluar…” Tina berujar lirih. Gerakan pinggulnyə
yang maju-mundur kini semakin cepat.

Sepasang mata Tina kini terlihat sampai terbelalak menatap Tony. Sementara jari-jari Tony masih meremas-remas sepasang bukit kembarnya yang ikut bergerak liar.
“Toniii… Ouhhhh…. aahh enak gilaa..’
Gerakan tubuh Tina kini semakin liar.
Pinggulnya bergerak maju-mundur dengan liar.
Sepasang bukit kembar miliknya yang tak lagi diremas oleh Tony ikut bergerak
liar. Tina memiliki sepasang bukit kembar berukuran besar tak kalah dgn Sherly.
“Mau keluarrr… Mau keluaarr… Adddduuuhhhh….
Tina tiba-tiba mengangkat tubuhnya dan memisahkan diri dari Tony. Dia kini
berdiri menghadap kamera

“Naah. Begitu caranya. Paham kan? Hehehe.” Tina mengakhiri videonya dan melihat Sherly yg agak ngos2an nafasnya.

“Kenapa lu Sher? Horny ya? Hahahaha..”

“Ya iyalah… gila hot banget Tin tadi. Itu yg namanya orgasme ya?” Sherly bertanya dengan polosnya.

“Iya. Udah ngerti ya. Nanti lo tinggal praktek.”

“Anjrit kok nonton bgini doank memek gue basah sih?” Ujar Sherly dalam hati.

***********

Kini Ardi membaca WA Sherly yang merasa tidak enak tampak mengalihkan pembicaraan dan karena pembicaraan selanjutnya tampak tdk menarik bagi Ardi dia pun keluar dr chat WA Tina dengan Sherly.

Tiba2 dia melihat ada chat WA dari Tony kepada Sherly. Rupanya setelah Sherly chat dengan Tina, Tony juga mengirimkan WA kepadanya. Ardi entah mengapa agak berdebar penasaran mengetahui Sherly juga berkirim pesan dengan Tony. Ia pun menscroll WA dari Tony ke atas dan membaca dari atas.

T: “Bagus kaan pilihan gue. Hehehe.”

S: “Ehh lo ya nyuruh Tina beliin pakaian mesum bgini dasar Tony.”

T: “Hehehe. Kan demi kebahagiaan elu sama Ardi juga. Sekali2 lo kudu ajarin Ardi berfantasi juga jangan kaku orgnya.”

S: “Gak juga ah kaku gimana.”

T: “Iya lah kalo pengantin baru itu harus mengeksplor hal2 baru. Kan kalian sama2 baru dlm hal ini.”

S: “Iya deh yg udah jago. Hahaha. Tengkiu lho btw.”

T: “Iya sama2 bagus kok bajunya pas di elu tadi gue udah liat. Hehehe”

“DEG.” Dada Ardi pun berdegup membaca pesan dari Tony itu. Dia kaget Tony sudah melihat Sherly dengan pakaian lingerie itu.
Kemudian Ardi melanjutkan membaca WA istrinya.

S: “Ehh?? Tina yg ngasih liat ya?”

T: “hehehe. Ngga kok tadi ngga sengaja keliat waktu pake HP Tina mesen makanan. Tau2 elu ngirim foto. Hehehe. Seksi juga elu Sher terpesona gue ngeliatnya. Ga sia2 kt ajak ngegym. Lingerienya pas dipake sama elu. Cantik dan seksi. Begitu aja udah cantik banget apalagi gak pake apa2. Hehe.”

S: “Eh ngapain si pake liat2 segala. Gue kan jadi malu. Apuuuss… Jangan bilang2 Ardi ya.”

Sherly menyesal sudah mengirimman foto dirinya mengenakan lingerie kepada Tina. Ia lupa bahwa Tony bisa saja melihatnya di HP Tina.

T: “Iya cantik. Lagian kalo Ardi tau juga gpp kan emang dia mau ngapain kalo tau juga? Hehehe.”

S: “Iihh serius.”

T: “Tenang aja rahasia terjamin. Hehehe. Tapi bener sih lo emg bner2 seksi. Drpd Tina masih lebih seksi elu. Hehe. Tadi sempet naek gue ngeliat foto elu. Ga sengaja sih tp kan gw masi normal. Bukan salah gue kan. Hahahaha.”

S: “Eh sial…ngga lah Tina masih lebih seksi dari gue kok.”

Ardi yang membaca pesan Tony mulai panas oleh karna rasa kesal bahwa tubuh seksi istrinya sudah dilihat oleh Tony. Bahkan sebelum dia suami sahnya sempat melihat tubuhnya. Dan dia tdk bisa berbuat apa2.

T: “Bener deh. Jangan bilang2 Tina ya. Tapi toket lu tuh lebih montok dan lebih seksi dr punya Tina. Hahaha”

S: “Seriusan?”

T: “Bangga kan elu gue puji. Jgn blg2 Tina ya. Kt sama2 jaga rahasia nih”

Ardi yang membaca pesan WA dari Tony pun kesal Tony sudah berhasil menggoda istrinya. Tony seperti tahu bahwa Sherly senang dipuji payudaranya.

T: “Lo ga bilang Tina kan lu dulu minum obat yg gw beliin?”

S: “Hahaha ngga kok Ton tenang aja. Itu kan rahasia terbesar kt. Kykny udah ada 3 taonan ya gw pake tuh obat. Tiap malem gw pijit juga sesuai saran elu. Mayan ada hasilnya.”

“HAH? Jadi selama ini Tony yg mengajari Sherly membesarkan payudaranya?” Ardi semakin panas membaca WA di HP Sherly.

T: “Wow…boleh donk gue liat hasilnya.”

S: “ihh enak aja. Sori ye…”

T: “Bener ga pijitnya? Sini gue aja yg ngajarin cara mijitnya hehehe :p

S: “Eh enak aja. Enakan di elu donk.”

T: “Kan elu ngerasain manfaatnya. Yang mijit ya pake tangan elu lah. Kalo pake tangan gue ntar elunya yg keenakan kyk Tina. Haha”

S: “Pake tangan gue juga enak kok. Haha”

T: “Mana enak pake tangan sendiri. Lagian gue kan udah pengalaman dengan payudara wanita. Hahaha”

S: “Iya deh..iya. percaya”

S: “Grogi ne mau malper sm Ardi. Ada saran ga?”

T: “Ya ampun Sher.. pake grogi segala. Apalagi dpt laki cupu kyk Ardi lg lu. Hahaha. Malper bisa2 tidur aja. Gini mau gue ajarin ga?”

S: “Ajarin apa?”

T: “Lu nanti sambil duduk2 di ranjang pertama buka aja bokep di TV kamar ada kok mancing2 aja kode2 gitu.”

S: “Ada ya? Y ud ntar gue coba. Trus2.”

T: “Jangan lupa lu sblmnya pake dulu lingerie yg gue beliin.”

S: “Ya uda trus?”

T: “Udah tar lu grepe2 aja kontol dia kan pasti berdiri tuh sambil nonton. Lu tuntun Ardi grepe2 elu.”

S: “Hahaha ya udah yar gue ikutin saran elu. Makasih ya Ton.”

T: “Siip deh”

“Duh kok gue jadi ngaceng ya baca WA Tony ke Sherly. Sial. Gw jd pgn ngocok. Tadi ga setegang ini pas lg mau berhubungan sm Sherly. Mana Sherly udah tidur lagi.” Ardi pun bimbang menahan nafsunya.

Ardi kemudian diam2 membuka forum kesukaannya di Internet dan membaca cerita2 panas kesukaannya. Malang bagi Ardi dia tidak menemukan cerita cuckold kesukaannya.
Diam2 Ardi mempunyai kebiasaan buruk yang dia lakukan hampir setiap hari sejak SMA yaitu membuka cerita dewasa dan kemudian masturbasi tanpa sepengetahuan Sherly selama mereka pacaran.
Karena cerita kesukaannya belum ada update dia jadi membuka thread di forum lounge dan serba serbi hendak mencari bahan untuk memenuhi hasratnya.

Tiba2 dia melihat ada user yang baru saja posting di siang hari tadi. User tadi curhat bahwa pacar dari sepupunya yang dia taksir sejak lama akan menikah nanti malam. Dan yg diceritakan ciri2nya sama dengan Ardi dan Sherly.

“Lho kok..sama kyk…? Bentar2…” Ardi kembali berdegub jantungnya membaca postingan user itu. Rupanya sang user sempat memposting foto2 sang wanita pujaannya dengan wajah diblur di thread lain.
Wanita itu terlihat difoto candid sedang ngegym difoto diam2 oleh sang user.

Ardi seperti tidak asing dengan baju olahraga yg dikenakan wanita ini.

Ardi yang membaca curhatan dan melihat postingan2 user tersebut bisa menebak bahwa user tersebut tak lain dan tak bukan adalah Tony.

“No way. Tony selama ini diem2 foto Sherly dan posting di forum. Untung aja mukanya diblur.”

Tony sengaja memfoto diam2 Sherly dengan pose2 saat dia beryoga dengan Tina dengan pose yg menantang dan seksi. Dan mengupload ke forum dewasa yang cukup ramai.

Sebenarnya bisa saja Ardi mengkonfrontasi Tony dan menbicarakan hal ini tapi bukti2nya belum cukup kuat. Ardi juga berpikir kalau dia ribut dengan Tony hubungannya dengan keluarga Tina akan retak dan dia tidak mau hal ini terjadi. Apalagi kalau dia ribut dengan Tony pasti dia akan kalah karna badan Tony yg lebih tinggi besar dan tegap.
Dan keluarganya akan lebih membela Tony dan menyalahkannya apalagi bukti2 belum cukup kuat untuk menyalahkan Tony. Bisa saja Tony mengeles bahwa pengunjung gym lain yg mengfoto Sherly diam2. Mengingat Tony juga pandai mengambil hati keluarganya dan orang tuanya. Tentu akan lebih menyulitkan posisi Ardi.

Selain itu Ardi entah kenapa penasaran dan ingin terus melihat postingan Tony selanjutnya dan ia membaca komen2 dj postingan Tony.

“Wuih binor mantap itu huu. Ekse hu.”

“Buruan SSI hu. Ditunggu gamgernya.”

Jantung Ardi berdegub kencang melihat istrinya jadi pemeran utama website yang sering ia kunjungi.

“Buruan hu ekse. Toketnya menantang banget itu hu.”

Komen2 di trid tersebut mulai membanjir sejak Tony mulai posting update secara berkala.

Lalu Tony pun terlihat komen di thread yang dibuatnya: “Percaya ga suhu2 sini ini ente yg ajarin binor gedein toketnya hu. Suaminya payah. Hahaha.”

Ardi panas membaca satu persatu komen di thread itu. Tapi entah mengapa juga ia merasa tidak tahan konak kontolnya sudah tegang dan sangat ingin masturbasi melihat banyak yg memberi komentar ttg tubuh istrinya.

Ardy pun beranjak diam-diam ke kamar mandi dengan HPnya. Mengeluarkan kontolnya yang sudah tegang dan mengocok perlahan sambil membaca komen di trid itu. Ardy juga bingung bagaimana bisa dgn cara ini bisa membuat dia konak lebih dr buka video porno.

Sesampainya di halaman terakhir ternyata Tony baru saja melakukan update dan sudah banyak yang menunggu dan komen.

Tony: “Halo suhu2 IGO semuanya hari ini binor ada update spesial untuk suhu2 di sini yang sudah meramaikan trid saya.”

TRING. Setelah Ardy mengklik tombol spoiler muncul lah foto yang sangat membuat penis Ardy ereksi.
Ardy sampai melotot melihat foto yang diupload Tony di forum itu.

Ardy: “ii…ini kan…Sherly lagi…”

Tony: “Bagaimana hu…seksi kan binor? Ini lingerie nubi yg belikan untuk sang binor. Ane modus aja nyuruh bini yang beliin. Padahal ane yang mau beliin. Lalu ane suru bini ane minta foto. Hahaha. Ini ane yg ambil hu dari HP bini ane. Bagaimana? Ini bacol ane hu.”

“Wow toketnya mantap sekali itu.”

“Widiihh masih perawan itu huu.”

“Hebat hu triknya hu. Ajarin SSInya donk.”

Komen demi komen membanjiri postingan itu.

Ardy yg tidak tahan mengocok kontolnya yang sudah tegang. Entah mengapa Ardy yang memang suka buka website bokep punya keanehan yaitu ternyata melihat istrinya menjadi objek fantasi seksual orang lain ia sangat konak dan sangat bernafsu.

Crot crot. Tidak sampai 5 menit mengocok muncratlah sperma Ardy di WC. Sungguh ironis bahwa malam pertama pria yang seharusnya membuahi istrinya malah membuang spermanya ke WC.

Tanpa diketahui Ardy ternyata sang istri melihat itu semua karna kaca hotel yang transparan. Sherly membuka sedikit penutup matanya dan melihat Ardy yang coli di WC.
“Kok Ardy malah coli? Apa gue kurang seksi? Nyebelin ih.” Ujar Sherly dalam hati.


Pagi pun tiba. Setelah turun sarapan dan membereskan pakaian mereka mereka pun hendak cekout dari hotel.
Sherly bersikap seolah tidak ada apa2 semalam padahal hatinya agak sedikit kecewa terhadap suaminya.

“Pagi pengantin baru. Kita udah mau berangkat nih ke sana. Ntar kita bantu2 angkat koper ke mobil ya.” Tina sudah mengirimkan pesan pagi2 ke WA Sherly.

“Oke deh trims ya.” Sherly membalas WA Tina.

Tina dan suaminya tak lama kemudian datang membantu membawakan koper mereka ke mobil satu persatu

Ardy yang melihat Tony setelah tau apa yg Tony lakukan hanya bisa diam karena selain tdk tau apa yg harus dilakukan ia juga penasaran dan terangsang menunggu update Tony tentang istrinya di forum tersebut. Jadi ia juga sebenarnya serba salah. Di satu sisi ia ingin sebagai suami yang baik membela istrinya yang dilecehkan secara tdk langsung. Tapi di sisi lain ia yang sungkan dan ragu karna Tony sifatnya yg lebih keras, pintar bicara dan supel pasti dia akan kalah intimidasi olehnya malah dengan bukti2 yang kurang kuat ia akan dituduh mengfitnah Tony dan dijauhi keluarganya.

“Gimana semalem berapa ronde Di?” Tony sambil cengengesan meledek Ardy.

“Mau tauu aja Tony.” Sherly menjawab dengan nada meledek.

“12 ronde kyk tinju Ton.” Kata Ardy.

“Huuu serius amat sih selow dikit napa. Ahaha” Ujar Tony sambil menyikut lengan Ardy.

Tdk lama kemudian Ardy pun keluar dr kamar menuju resepsionis untuk checkout.

“Sher gimana semalem. Berhasil ga? Gede ga punyanya Ardy? Hehehe.” Tony mulai mendekati Sherly yang sedang duduk.

Matanya mengamati paha mulus Sherly yang duduk menekuk kakinya.

Ketika Sherly melihat Tony datang dan duduk disampingnya ia segera membenarkan posisi duduknya.

“Berhasil Ton.” Sherly hanya bisa tersenyum. Tony mengetahui Sherly yg berbohong.

“Pasti lah…cowo mana sih yang ngga berhasil kalo ML sama cewe secakep dan seseksi elo.” Ujar Tony setengah berbisik.

“Apalagi toket lo Sher. Menantang banget.” Tony melanjutkan.

“Apaan sih Ton mesum ih..Tina lakinya laki lo nehh nakal” Sherly menepuk lengan Tony.

“Jangan didengerin Sher emang begitu si Tony mulutnya…” Tina menyahut sambil makan kue yang di meja.

“Ngga, justru itu pujian kan buat dia. Kalo lelaki ga nafsu sama Sherly mah ngga normal jangan2. Hahaha.” Tony menimpali dengan menyindir Ardy.

Sherly hanya bisa duduk tersenyum terdiam sambil menonton tv. Dia tidak tahu bahwa Tony melihat aktifitas mereka semalam.

“Gimana rasanya gue ngontolin bini orang ya. Apalagi pengantin baru seksi yg bodynya masih kenceng begini pasti masih rapet jepitannya.” Pikir Tony.

“Bener Sher punya lu lebih bagus daripada Tina.” Tony berbisik2 agar Tina tdk mendengarnya. Sherly yg mendengarnya melotot ke arah Tony dan memberikan kode dgn melirik ke Tina.

“Gimana hasil obat yg gue beliin? Tokcer kan? Dulu perasaan ngga segede ini. Skrg montok dan kenceng banget. Hehe.” Tony menggoda Sherly saat Tina sibuk memilih makanan di ujung kamar.

“Iih jangan bahas bgituan ah. Gue jd malu.” Sherly dgn wajahnya yg agak tersipu merah menepuk lengan Tony.

Tak lama kemudian bell boy pun datang dan mereka pun dengan mobil masing2 pulang ke rumah baru Ardy.

Ardy pulang dari hotel dengan banyak pikiran ttg Tony. Sesampainya di rumah mereka pun segera istirahat.

Tony meninggalkan Tina di rumah Ardy karena ada janji dengan klien dan harus langsung berangkat sedangkan Ardy mengambil keperluannya yang belum dibawa dari rumah orang tuanya. Tina dan Sherly istirahat di rumah Ardy berdua.

Sesampainya di kamar, Tina yang berdua dengan Sherly berbincang2 dan saling curhat. Tina menanyakan pengalaman malam pertamanya dengan Ardy.

“Lu kalo tidur pake penutup mata Sher?”

“iya abis Ardy suka nyalain lampu kecil. Sdgkan gue kalo ada cahaya dikit aja ngga bisa tidur. Makanya gue akalin pake bginian.”

“Kalo berhubungan seks pake ginian enak juga lho. Hehehe. Gue pernah nyoba sama Tony. Sensasinya luar biasa. Karna lu ga bisa ngeliat suami lu jd tambah penasaran. Lebih hot. Coba deh. Ehehehe…” Ujar Tina membuat pembicaraan lebih ke arah topik dewasa.

“Masa sih? Coba ya tar gue cobain sama Ardy. Hehehe. Habis gimana. Kemaren aja dia ga tau caranya perawanin gue.” Sherly yang keceplosan pun tiba2 kemudian terdiam menyadari kesalahan bicaranya.

“Hah? Seriusan? Ga bisa gimana Sher?”

“Ya bgitu deh…masa gue ud pengen dimasukin tapi dianya gugup nyari2 lubang memek gue kaga nemu.”

“Hah seriusan kyk gitu? Haha maap ya bukannya ngeledek tapi Ardy itu udah terlalu polos sih jadi cowo.”

“Makanya kan Tin. Puyeng deh gue.”

“Tenang aja gue ada rencana. Nih…”

Tina kemudian dengan setengah berbisik menjelaskan rencananya.

Sherly: “hah gila ah masa bgitu?”

Tina: “Habis mau gimana lagi? Tenang aja gue juga tau batasannya. Lu kan juga tau batasannya dan kt sama2 saling menjaga. Ini semua demi elu sm Ardi. Gue ikut puyeng soalnya dengernya. Terpaksa deh. Kalo lu mau pikir2 aja nanti kabarin gue. Kalo ga mau juga gak papa.”

Sherly: “Gue minta waktu mikir dulu deh.”

Tina: “Iya lu jangan blg apa2 dulu ke Ardy. Jangan blg gue yg usulin. ”

Sherly: “iya tenang aja.”

Tak lama kemudian mereka berdua pun turun ke bawah dan Ardy baru saja pulang membawa barang2 yg belum dibawa dr rumah orang tuanya.

“Lho Tin elu di sini? Makasi ya ud mau nemenin Sherly.” Ujar Ardy setelah bertemu dengan Tina.

Tina: “Iya santai aja, kyk sama siapa aja.”

Sherly: “Yank jadi kan kita pergi staycation sama si Tina ke Bali?”

Ardy: “Kira2 kapan? Gimana kalo jumat sampai weekend ini aja? Gue sih ayo2 aja mumpung di kantor juga lg blm ada meeting.”

Tina: “Ya udah jadi deh kalo gitu semua tiket pesawat sama vila gue yg urus ya nanti kita patungan aja. Villanya enak banget kolam renangnya juga gede.”

Sherly: “Asiik gue siapin baju dulu deh.”

Keesokan harinya mereka pun berangkat menuju bandara dan sesampainya di Bali. Tak lama kemudian mereka pun sampai di villa yg sudah dibooking oleh Tina.

“Wow bagus banget Tin villanya. Berapa nih semalem?” Tanya Sherly.

“Udah tenang aja. Sewa villa gue yg bayar.” Ujar Tina.

“Ahh serius nih? Tengkiu lho.” Sherly memeluk Tina dengan gembira.

“Ah santai aja anggep aja hadiah dari gue untuk kalian.” Kata Tina.

“Wah baik banget lo Tin. Makasih ya Tin. Hehehe.” Sahut Ardy

“Gue ngga nih?” Sahut Tony menimpali.

“Iya Ton. Tengkiu..” Ujar Ardy.

Mereka ber 4 menyewa villa dengan 2 kamar dan juga kolam renang.

“Gue mau tidur dulu…dari semalem ga bisa tidur gue di pesawat juga susah tidurnya. Ahhh enaknya.” Tony pun segera masuk ke kamarnya dan langsung menjatuhkan diri rebahan di kasur kamarnya.

Mereka pun beberes koper dan baju masing2.

“Wow kolam renangnya bersih banget…jadi pengen berenang nih.” Teriak Sherly dengan girang.

“Ya udah kalian berenang dulu gue sama Tony beli cemilan sama minuman dulu ya.” Ujar Ardy.

“Ton temenin gue beli cemilan donk.” Ujar Ardy yang masuk ke kamar Tony hendak mengajak Tony untuk ke minimarket terdekat

“Ajak yang jaga vila aja di. Gue bener2 ga sanggup melek lagi.” Tony yang sudah lelah langsung tertidur pulas.

“Hu…dasar ya udah deh.” Ardy dan pak Samsul pergi dengan motor milik pak Samsul.

“Ayo Sher jadi renang?” Tina masuk ke kamar Sherly.

“Iya ini gue juga lg nyari baju renang. Baju renang gue lupa gue masukin kayaknya Tin.” Ujar Sherly menepuk jidatnya.

“Yaa. Ya udah pake punya gue aja Sher. Tadinya yang itu mau gue pake ke pantai sm Tony.” Ujar Tina.

“Boleh deh tlg ambilin ya.” Ujar Sherly.

Tak lama kemudian Tina pun datang dengan baju renang model bikini yang agak seksi dengan model two piece yaitu bra dan CDnya terpisah dan agak kecil.

“Aduh seksi banget Tin baju renangnya nih. Jgn yg model gini kali. Kan ada si Tony. Ntar kalo dia ngeliat gimana?” Ujar Sherly.

“Yaah gue cuma ada 1 itu aja. Pake aja toh si Tony lagi tidur ini. Dia kan kalo tidur lama. Bisa2 ntar magrib baru bangun. Cuma berdua ini. Yuk. Tmenin gue berenang bentar. Kburu ujan.” Tina meyakinkan Sherly.

Jadilah Sherly mengenakan bikini berwarna putih tipis two piece yang seksi menonjolkan lekukan tubuhnya yang seksi dan payudaranya yang indah. Lelaki manapun akan menelan ludah melihat pemandangan ini.
Selama ini baik dengan Tony, Tina maupun Ardy Sherly selalu mengenakan tertutup tdk terkecuali pakaian gym.

Baru kali ini Tina melihat Sherly memakai bikini two-piece seksi miliknya. Bahkan Tina saja terbelalak melihat betapa mulus dan kencangnya tubuh Sherly yang hanya mengenakan bikini seksi miliknya.

“Gila Sher. Luar biasa body lo. Seksi abis.” Tina memuji keindahan tubuh Sherly dengan kagum.

“Ahh bisa aja lu Tin. Udah ah yuk.” Sherly segera melompat ke kolam renang dan berenang dengan Tina bolak balik.
Air kolam renang yang jernih membuat tubuh mereka bisa terlihat bahkan dari luar dengan jelas.

Tiba2 tanpa sepengetahuan mereka.

BYUR…Suara air yang kencang mengagetkan mereka.

“Aaa…Tony!!! Kok lu ikut berenang sih?” Sherly yg kaget berteriak. Dan sedikit menutupi dadanya.

“Hehehe…ngeliat dua bidadari cantik lagi nyebur masa gue diem aja di kamar.” Tony tertawa cengengesan.

“Diih gue kira lu tidur say. Sherly jd malu tuh pake bikini gue.” Sherly melihat reaksi Tina yang biasa saja terheran2.

“Ya ampun udah biasa aja kali Sher. Kyk sama org lain aja. Gue juga udah liat yg lebih seksi kan waktu pake lingerie. Hehehe. Lagian ketutup air ini. Dah yuk berenang.” Tony mengagetkan Sherly dengan sedikit mencolek paha Sherly dengan telapak tangannya dan sedikit mengelus pahanya ketika berenang melewati dirinya.

Tanpa diketahui Sherly, Tony mengedipkan mata kepada Tina istrinya.

Ternyata sedari tadi Tony pura2 tertidur. Rencana Tony yang menyuruh Tina mengambil baju renang Sherly berhasil.
Semua hanya akal2an Tony agar dapat melihat dan menikmati tubuh Sherly yang seksi dan mulus.

Sherly yang tadinya malu2 pun terbiasa dan mulai ikut berenang bersama Tina dan Tony. Ketika Sherly berenang Tony menyusul di belakangnya dan menikmati keindahan tubuh Sherly dari belakang.

Kapan lagi dia dapat melihat tubuh mulus Sherly seperti ini. Ini pemandangan sangat langka karena Sherly sangat menjaga pakaiannya.

Saat berhenti berenang Sherly agak menyilangkan tangannya ke arah dada. Sedangkan Tony sengaja naik ke pinggir kolam dan duduk di pinggir kolam untuk memamerkan body six packnya untuk menggoda Sherly.

Berkali2 saat ngobrol Tony melihat dari matanya Sherly sering mencuri pandang ke arah dada dan perutnya yang bidang dan kotak2 dan tidak ada lemaknya sama sekali. Maklum Ardi bukan orang yang menyukai olahraga sehingga tubuh Ardy cenderung buncit.

Sherly lupa bahwa meskipun ia menyilangkan tangan ke dada tetapi dia lupa bahwa selangkangannya yang tertutup bikini juga terlihat jelas karena air yang jernih.

“Gue punya usul nih. gimana kalo kita main kejar-kejaran?” Tony berkata.

“Kejar-kejaran gimana?” Sherly balik bertanya.

“Ya kejar-kejaran, sama seperti yang kita mainkan waktu kecil itu lho. Bedanya,
kita kejar-kejaran sambil berenang,” kata Tony.
“Hmmm…Boleh juga sih.” Tina berkata sambil melirik ke Sherly.

“Gimana peraturannya?”
“Peraturannya sama aja dengan kejar-kejaran biasa. Siapa yang kena sentuh dia
yang gantian mengejar. Namun supaya asyik, jika salah satu dari kalian yang
bertugas mengejar, kalian harus mengejar gue…”
“Terus, kalo kamu yang ngejar, kamu ngejarnya siapa?” Tina bertanya.

“Tentu kalo gue yang ngejar, aku mengejar salah satu dari kalian.”

“Tapi itu curang. Kamu bisa mengejar salah satu dari kita sedangkan kita
harus kejar kamu…” Sherly memberikan pendapat

“Hanya usul aja sih. Jika dikejar keroyokan pun gue juga gak bisa
lari kemana-mana, pasti akan ketangkep,” kata Tony,
“Iya juga sih, ayo2” Tina kelihatan antusias.

“Yang kalah traktir makan.” Tony memberi usul.

“Siapa yang pertama mengejar? Gimana kalo elu yang ngejar?” Sherly
memberi usul.

“”Oke boleh, gue yang mengejar. Gimana siap?”
“Bentar-bentar..” Sherly segera menjauhkan diri dan berdiri di sebelah barat.

Toni segera berenang. Yang dituju adalah Sherly.
“Sherly yang menyadari menjadi sasaran, tertawa menjerit dan berenang berusaha menghindar.
Namun tujuan ke Sherly rupanya hanya pura-pura. Tiba-tiba Toni berbalik dan
berenang menuju Tina
Tina gelagapan dan berusaha berenang. Namun terlambat
“Kena. Sekarang giliran kalian..” Toni berujar sambil berenang menjauh.
Sambil tertawa Tina gantian mengejar. Tony berusaha menghindar. Namun dia tak bisa menghindar lebih jauh.
“Kena…” teriak Sherly.

Permainan kejar-kejaran yang diusulkan Toni segera memecah kebekuan.
Kecanggungan kini sirna. Yang ada adalah tertawa dan jerit senang.
Kemudian, sesuatu terjadi.
Semua berawal dari sentuhan yang seperti tidak disengaja, ketika jari Toni
menyentuh bukit kembar sebelah kiri milik Sherly. Dhani kemudian melakukan
hal yang sama pada Tina.

Ketika Sherly merasa bukit kembar sebelah kiri miliknya disentuh oleh Tony,
awalnya dia mengira itu tidak disengaja. ‘Kejar-kejaran’ pasti akan membuat sentuhan tidak disengaja pada bagiar
tubuh yang seharusnya tak boleh disentuh. Apalagi, ketika menyentuh, To y tidak memperlihatkan gelagat apa-apa. Pria itu mungkin tidak menyadari sentuhannya.

Sudah berkali2 bergantian mengejar ternyata Tony memang kembali menyentuh. Sama seperti sebelumnya, dia melakukannya seolah tanpa sengaja. Toni juga melakukannya hanya dalam sepersekian detik.
Hanya sentuhan ringan seolah tanpa sengaja. Namun hal itu membuat Sherly
merinding.
Dia merasa seperti remaja putri yang baru untuk pertama kali disentuh laki-laki. Padahal, dia tentu saja bukan lagi gadis remaja. Dia kini istri orang.
Tapi kenapa sentuhan Toni membuat dia bergetar?

Saat Tony mengejar dan menyentuh Sherly, Tony berkali2 juga menyentuh paha dan pantatnya, tetapi Sherly juga menganggap bahwa Tony hanya berniat menyentuh saja karna bagian dr permainan.

Aksi kejar-kejaran terus berlangsung. Tony selalu saja menjadi pihak yang
mengejar karena para perempuan dengan cepat bisa kembali menepuknya.
Aksi kejar-kejaran kemudian menjadi aksi meraba-raba. Yang melakukannya
adalah Tony.

“Ayo sekarang gue uda pasti menang ya. Skor udah 3-0.” Ujar Tony.

“Sekarang 1 vs 1 Tina dan Sherly. Suit dulu siapa yg ngejar. ” Kata Tony.

Mereka berdua pun mengikuti permainan Tony dan bersuit. Ternyata Sherly yang menang. Jadi Tina yang harus mengejar Sherly.

Permainan pun berjalan dengan seru karena berkali2 Sherly berhasil lari dari sentuhan Tina.

Pemandangan ini menjadi pemandangan yang sungguh indah bagi Tony. Sherly yang lupa bahwa ia mengenakan bikini seksi di depan Tony yang mesum. Terus menerus berenang tanpa lagi menutup dada ataupun selangkangannya.

Berkali2 Tony yang sudah tdk ikut di permainan berpura2 berenang dengan mengenakan kaca mata renangnya, padahal ia hanya ingin mencuri2 pandang tubuh Sherly di dalam air terutama kedua bongkah payudaranya yang berayun2 dengan indahnya ketika ia berlari dan berenang di dalam air.

Pemandangan pantat Sherly yg indah yang mengenakan bikini tipis nan seksi itu juga tidak luput dari mata Tony yang liar di bawah air.

Sampai ketika dia lengah dan berenang melambat tiba2 Tina bisa mengejar Sherly dan tanpa disengaja tali BH bikini Sherly tertarik oleh Tina hingga terlepas.

Sherly tidak menyadarinya hingga beberapa detik kemudian. Tetapi beberapa detik itu cukup bagi mata Tony menikmati keindahan kedua bongkah payudara Sherly yang kencang dan seksi dengan putingnya yang pink menantang terbuka di depan matanya ketika Sherly sedang berlari.

“TINAA Lepas kan jadinya.” Sherly berteriak sambil memanggil Tina sambil menutupi dada dengan kedua tangannya.

“Lo sengaja ya Tin?” Sherly dengan kesal berlari menghampiri Tina sambil menyipratkan air dan memukul lengan Tina. Dengan tangan kanannya.

“WOWW…mayan pemandangan langka. Ahahahaha.” Tony tertawa sambil membenarkan celananya yang terasa sempit.

“Aduh maap say ngga sengaja. Tadinya gw mau nepok elu tapi kepeleset. Lantai kolamnya licin.” Ujar Tina.

“Duuh mana sih BHnya? Kok ilang sih?” Ujar Sherly.

“Cari ini???” Rupanya BH Sherly sudah ada di genggaman Tony dan Sherly segera berlari ke arah Tony sambil menutupi dadanya.

Tetapi bukannya mengembalikan BHnya Tony malah mempermainkan Sherly dengan menaikkan tangannya yang memegang BHnya tinggi2 hingga sulit digapai oleh Sherly.

“TONY..BALIKINN!!” Sherly dengan berteriak dan dengan satu tangan menutupi dadanya dan satu tangan lagi ingin mengambil dan merebut BHnya dari Tony.

Tetapi dengan satu tangannya tentu tidak dapat menutupi kedua bongkahan payudaranya sehingga Sherly kesulitan menutupinya malah sering kali satu payudaranya tidak tertutup dan terlihat dengan jelas oleh Tony.

“Hahaha jangan dikasi Ton” Tina malah mendukung Tony untuk mengisengi Sherly.

Setelah puas Tony mengembalikan BH itu dan Sherly memakainya kembali.

“Rese ih si Tony.” Ujar Sherly.

“Hahaha.. bercanda aja Sher biar seru dan ga boring gitu.” Kata Toni.

Setelah bbrp menit Tony yang merasa haus pun bangun keluar dari kolam dan mengambil jus yang dia bawa dari rumah dan tiga gelas untuk Tina dan Sherly.

Saat Tony datang membawakan minuman mereka yang haus karna berenang pun duduk di kursi pinggir kolam.

Tony memakai kembali kaca mata hitamnya yang tadi ia letakkan di meja renang. Dan sambil meminum jusnya ia yang dengan kaca mata hitamnya bebas melirik tubuh Sherly tanpa ketahuan.

Saat Sherly keluar dari kolam adalah pemandangan terindah bagi Tony. Sherly yang mengenakan bikini tipis pun sudah tdk malu2 lagi di depan nya naik ke pinggir kolam.
Gerakan pantatnya yg aduhai membuat Tony menelan ludahnya.

“Lama banget ya si Ardy. Beli makanannya dimana sih?” Ujar Sherly membuyarkan lamunan Tony.

“Iya juga ya. Kemana si Ardy apa nyasar kyknya. Ujar Tony.

Karena merasa nyaman Sherly lupa bahwa ia mengenakan bikini tipis yg seksi dan basah di depan Tony. Payudara dengan putingnya dan juga vaginanya yang tercetak jelas membuat Tony menelan ludah ketika duduk dipinggir kolam.

Dengan kaca mata hitamnya itu Tony pun bisa melihat tonjolan puting payudara Sherly karena bikini milik Tina yang dipinjamnya basah dan putingnya jelas tercetak. Juga vaginanya yang tembem dan seksi ketika ia duduk di pinggir kolam.

Dia melihat wajah perempuan itu nampak memerah terlihat seperti tersipu.
Tony mengikuti tatapan mereka. Rupanya mereka sedang mengamati celana dalamnya. Pada celana dalamnya nampak organ kejantanannya yang terlihat menonjol.
“Hei Ton. Elu ngeres ya?” Sherly bertanya.
“Kenapa?”
“Lo ngeres ya?” Sherly mengulangi pertanyaannya.
“Ah… Gak kok…”
“Kalau gak ngeres kenapa itu kontol udah gede gitu?” Ledek Tina menimpali.

Tony cengengesan dan segera menceburkan diri di kolam
“Mohon dimaafkan, karena melihat kalian pake baju renang seperti
ini.. namanya juga laki-laki normal pasti akan bereaksi kok…”‘ Tony berkata
sambil menatap Sherly.
“Ihhh..Bilang aja kalau elu memang suka ngeres, pake alasan lagi,” kata Sherly kemudian berdiri dan memakai handuk menutupi tubuhnya.

Saat Sherly beranjak berdiri dan memakai handuk Ardy rupanya baru saja kembali dengan kelelahan karna motor yg dikendarai mereka mogok sewaktu hendak ke minimarket.

“Eh..kok Sherly berenang pake bikini begitu? Biasanya baju renangnya ngga pake model bgitu. Kok berani2nya dia pake di depan Tony lagi.” Kembali Ardy menjadi kesal dgn istrinya.

Tina yang melihatnya pun menyapanya. “Di kok lama banget beli snacknya?”

“Iya tadi motornya pak Samsul mogok. Jadi agak lama.” Ardy membongkar belanjaannya sambil menunggu Sherly.

“Kok lama banget yank perginya?” Tanya Sherly.

“Iya motornya pake acara mogok lagi tadi. Itu ngomong2 kok kamu pake baju renang bgitu baju renang siapa itu?” Ujar Ardi dengan kesal sedikit berbisik.

“Ooo iya ini punya Tina. Tadi aku pinjem. Baju renang aku kyknya ketinggalan.” Ujar Sherly.

“Duuh kalo ketinggalan ya ga usah renang. Kamu ga sadar ada Tony? Masak kamu pake baju seksi begitu depan dia?” Ujar Ardy dengan kesal.

“Iya deh sori…soalnya kan aku udah anggep mereka kakak aku juga. Hehe. Aku bilas dulu ya sekalian mau mandi di tempat bilas.”

…..

Ardy yang penasaran membuka HPnya sambil melihat2 forum Tony kemarin.
Ternyata di forum internet thread Tony sudah ramai.

“Halo suhu2 semua. Ane lagi ngajak jalan2 binor, suaminya dan juga istri ane nih hu…

Nih ad penampakan binor lagi pake baju renang seksi punya istri ane hu. Nah yang pake bikini merah istri ane, yang bikini putih itu si binor hu.. gimana bodynya hu? Seksian siapa? Kalo kata ane sih seksian binor ya. Rumput tetangga selalu lebih hijau.”

Ardy lalu mengklik foto yang diupload Tony.

“Sial…lagi2 Tony bisa ngeliat body Sherly yg mulus dengan bikini itu. Untung dia posting muka Sherly disensor. Kalo ngga awas aja.” Pikir Ardy.

Dia pun kembali scroll postingan Tony ke bawah.
Ardy melihat foto2 seksi istrinya dengan balutan bikini seksi yang menonjolkan lekuk tubuhnya dan juga payudaranya yang indah juga kaki, pantat, dan pahanya yg putih mulus dan ramping.

“Wow asli seksi banget itu binor hu.”

“Pantat sama toketnya super punya itu hu. Super kenceng.”

“Kapan dieksekusi hu? Ane rela bayar gamgernya. Hahaha”

“Kok mau hu pake bikini super seksi begitu si binor? Ga malu depan ente hu?”

Ardy yang mempunyai jiwa cuckold rupanya dengan cepat ereksi membaca postingan itu.

Sambil scroll ke bawah dia membaca kembali update dari Tony.

“Oke suhu semua. Ane mau cerita nih ada yang nanya di atas kok bisa binor mau pake bikini seksi begitu ada triknya hu. Memang dia udah siapin baju renangnya yang sopan banget hu. Tapi ane sengaja nyuruh istri ane keluarin tuh baju. Dan sengaja juga ane suruh istri ane siapin bikini super seksi itu untuk dipinjam binor. Hahaha.
Itulah enaknya punya istri open-minded yang mendukung petualangan kita hu.
Dan waktu dia lagi mau berenang ane pura2 tidur aja.
Makanya binor ngga ragu lagi berenang. Waktu binor lagi berenang ane nyebur diam2 deh. Mayan dapet pemandangan. Kapan lagi bisa ngeliat binor inceran seksi hampir telanjang depan mata.
O ya waktu berenang ane juga udah rencanain main kejar2an bertiga hu. Dan istri ane sengaja udah ane suruh waktu main tarik tali BHnya. Dan berhasil hu… Ane bisa ngeliat toketnya. Ahahaha..”

“Ooo ternyata seperti itu triknya Tony. Bajingan sialaann…” Pikir Tony sambil mengepalkan tangannya. Tapi konaknya mengalihkan perhatiannya kembali. Meskipun marah ia ingin tahu apa yang Tony kerjakan dan Tony siapkan.

“Terus suaminya bagaimana hu?” Tanya seorang user setelah update Tony.

“Suaminya mah gampang. Waktu dia beli cemilan ane udah kerja sama sama penjaga vila buat bikin mogok motornya setelah dia belanja. Hahaha…” Tulis Tony.

“Waduh tokcer juga otaknya hu…” Tulis seorang user.

“Ini gamger binor waktu berenang sama istri ane hu…” Tulis Tony kemudian dengan menyertakan link.

“Gamger spesial binor yang lebih hot bisa lewat DM aja ya hu… Biasa maharnya cukup transfer dana aja. Hehe…” Tulis Tony dengan ukuran kecil di bawah postingan itu.

Ardy semakin penasaran mengklik video itu dan melihat video istrinya juga Tina yang sedang bermain air direkam diam2 dengan wajah mereka yang sudah diblur seperti video porno.

“Gamger spesial apa ini? Coba gue DM ah si Tony.” Ardy kemudian iseng mengirim DM ke Tony. Tentu Tony tidak akan tahu karena Ardy menggunakan nama samaran di forum.

…..

Sementara itu di kolam renang hanya ada Tony yang sedang main HP lalu kemudian dia mengambil handuk dan hendak mandi di tempat bilas. Villa yang mewah ini ada dua tempat bilas tersendiri yang atasnya terbuka dengan tembok yang cukup rendah.

Selama Tony mandi ia membayangkan tubuh indah Sherly selagi berenang tadi. “Anjing tuh bodynya Sherly bikin gua konak aja. Gimana ya caranya gue bisa kontolin?” Pikir Tony.

Setelah Tony selesai mandi dan melap tubuhnya tiba2 ia mendengar ada seseorang yang masuk ke kamar bilas disampingnya sambil bernyanyi.

“Wah si Sherly tuh mau bilas disini juga.”


Tony adalah seorang pria yang sudah menikah namun memiliki sifat yang sangat mesum. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan Sherly yang memiliki tubuh yang sangat seksi dan selalu membuat setiap pria memandanginya dengan kagum.

Sherly memiliki bentuk tubuh yang begitu sempurna, dengan payudara yang besar dan pantat yang indah. Setiap kali dia berjalan, dia selalu memancarkan pesona yang membuat semua mata tertuju padanya. Bahkan para pria yang melihatnya tidak bisa menahan diri untuk tidak menatapnya.

Setelah berenang, Sherly memutuskan untuk mandi di ruang kamar mandi yang berdekatan dengan kolam renang. Kamar mandi tersebut adalah tempat yang bersamaan untuk pria dan wanita, namun dengan banyaknya cermin, memungkinkan seseorang untuk memantau orang lain di dalamnya.

Tidak menyadari bahwa seseorang sedang memperhatikannya dari atas sejak Sherly masuk ke dalam kamar mandi. Dengan senang hati, dia melepas bikini yang menempel di tubuhnya yang seksi. Warna kulitnya yang putih mulus terlihat begitu indah dengan pandangan yang ke cermin. Beruntung cermin tersebut rendah sehingga tidak bisa melihat ke atas lewat cermin tersebut.

“Wahh wah rejeki anak soleh. Gue intipin ah…” Otak mesum Tony mulai bekerja.

Dengan perlahan dengan hati berdebar2 Tony naik ke atas dengan memanjat tembok. Di tembok kamar bilas tersebut ada lubang2 dari keramik yang tersedia di kamar bilas untuk meletakkan barang2 dan karna tubuhnya yang tinggi ia berhasil sedikit mengintip ke ruang sebelah. Ia berhasil melihat istri sepupunya yang cantik itu dengan memanjati tembok dan naik dengan cara kakinya bertumpu pada lubang di tembok yang untuk menaruh peralatan mandi.

“Wow bener kan si Sherly…” Ujar Tony dalam hati.

Gadis itu masih mengenakan baju renang yang seksi milik Tina dan terlihat begitu cantik. Pria itu tidak bisa menahan diri untuk tidak mengintip saat gadis itu mulai menanggalkan baju renangnya. Ia melihat dengan penuh kekaguman saat gadis itu mengikat rambutnya menjadi kuncir tinggi dan kemudian melepaskan baju renangnya perlahan-lahan.

Tony menahan nafasnya saat gadis itu mulai menggoda dengan gerakan tubuhnya yang lentik dan anggun. Ia terpikat oleh keindahan tubuh gadis itu yang terpampang di hadapannya. Dengan hati yang berdebar, ia terus memperhatikan setiap gerakan gadis itu.

Tony melihat dengan penuh kekaguman saat air mengalir di sekitar tubuh gadis itu, menyoroti kecantikan dan keindahan tubuhnya.
Ia merasa seperti sedang berada di surga, menikmati pemandangan yang begitu indah di depan matanya. Ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari keindahan tubuh gadis itu yang basah oleh air dari shower

Tony yang sudah mengintip dari awal mulai terangsang melihat tubuh Sherly yang begitu sempurna. Dia tidak bisa menyembunyikan keinginannya untuk mendekati Sherly, namun dia juga tidak mau terlihat oleh Sherly sehingga dia bisa terus memandang tubuh Sherly yang seksinya.

Sherly mulai membuka kran air untuk mengalirkan air hangat ke tubuhnya. Dengan lembut, dia menyapu sabun di seluruh tubuhnya, membuatnya tampak semakin berkilau. Tony merasa seperti dia melihat sebuah pemandangan surga yang membuatnya semakin tergoda.

Keindahan payudaranya dan pantatnya terutama pentilnya yang berwarna pink membuat Tony begitu konak. Ingin segera ia coli sekarang juga tetapi ditahan olehnya.

Dengan gerakan yang begitu sensual, Sherly mulai membersihkan tubuhnya sambil menari-nari dengan air di sekitarnya. Keringat muncul di tubuh Tony saat dia terus memperhatikan setiap gerakan Sherly yang begitu menggoda. Dia tidak pernah berpikir bahwa dia akan menjadi sangat terangsang dan terbius oleh kecantikan dan kemulusan body Sherly.

Sherly akhirnya selesai mandi dan ia mulai mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Dengan santai, dia menggosok tubuhnya dengan handuk sambil sesekali memandang cermin. Namun, dia tidak pernah menyadari bahwa cermin tersebut justru jadi sarana bagi Tony untuk tetap memandanginya.

Setelah mengeringkan tubuhnya, Sherly mulai mengenakan pakaiannya. Dengan santai, dia melepas handuk yang menggelayuti tubuhnya dan mengenakan baju dan celana dalamnya. Tony merasakan denyutan di seluruh tubuhnya saat dia melihat tubuh Sherly yang polos dan terlihat begitu seksi bahkan dengan pakaian yang belum lengkap.

Sherly akhirnya selesai dan dia keluar dari kamar mandi. Dia tidak menyadari bahwa selama dia mandi, dia telah menjadi objek perhatian seseorang. Melangkah keluar dari kamar mandi, dia melihat Tony yang tersenyum di depannya. Dia tidak mempermasalahkan senyuman Tony karena dia tidak tahu bahwa Tony telah memperhatikannya selama dia mandi.

“Udah bilasnya Sherly cantik? Hehehe.” Tony menggoda Sherly yang baru saja keluar.

“Eh Tony. Tadi bilas di sini juga? Iya gue baru kelar bilasnya.” Ujar Tony berbohong.

“Udah ga marah kan gara2 tadi tali Bhnya kelepas? Hehehe.”

“Ah ngga ah. Tuh kan Tina ngga sengaja ketarik. Tapi lain kali mata elu tuh yg dijaga Ton. Huu” Ujar Sherly mencubit lengan Tony.

“Hehehe. Yaa maap abis gimana lagi. Refleks gue sbg lelaki normal itu. Tapi itu tadi gue ga bisa brenti2 kebayang2 Sher. Sori nih btw. Tapi bentuknya bagus toket lu Sher. Hehe.” Ujar Tony yg mulai menggoda Sherly yg seketika wajahnya bersemu merah.

“Iihh..Tony mulai lagi deh.” Ujar Sherly sambil menyisir rambutnya.

“Tau ga, cewe itu kalo toketnya dimaenin sambil dipelintir pentilnya. Rasanya…uuhhh.. Tina aja sampe kelojotan. Coba deh elu ajarin Ardy buat maenin pentil elu sambil remes2 toket elu.” Ujar Tony menggoda Sherly.

“Ah masa sih? Enak banget Ton?” Sherly terdengar penasaran.

Tony kemudian mengangguk2kan kepalanya sambil tersenyum. Lalu Sherly kembali menyahut: “Coba ya nanti gue coba sama Ardy. Hehe.”

Tony hanya berpura2 mengeringkan tubuhnya di depan cermin ruang bilas vila yg jadi satu.
Dengan polosnya, Sherly melanjutkan aktivitasnya mengeringkan rambut dengan hair dryer tanpa mengetahui bahwa kecantikannya telah berhasil membuat Tony terpikat secara seksual.

Tony masih memandangnya dengan tatapan penuh nafsu, meskipun dia sudah menyadarinya bahwa apa yang dia lakukan adalah salah dan tidak pantas. Namun, tidak ada yang bisa menghentikannya untuk tetap memandangi tubuh Sherly yang begitu indah yang telah berganti celana pendek jeans yang menampakkan pahanya yang putih mulus.

Dahulu memang Tony dan Sherly tidak begitu dekat. Tetapi seiring berjalannya waktu, Tina yang memang dekat dengan Ardi sering mengajak mereka jalan dan kemudian Tony dan Sherly mulai saling mengenal dan akhirnya mereka menjadi teman yang dekat hingga Sherly menganggapnya seperti saudara kandung sendiri.
Namun, tidak ada satupun dari mereka yang mengetahui tentang kebejatan Tony termasuk Ardy dan Tina. Sejak bertahun2 lalu Sherly terhadap Tina dan Tony mulai terbuka tanpa ada rasa sungkan yang mengganggu dirinya.

Malam itu adalah malam yang dinanti-nantikan oleh Sherly, istri Ardi yang baru saja menikah. Meskipun mereka sudah melakukan perjalanan bulan madu ke Bali mereka belum sempat untuk bercinta.

Sherly menaruh rasa cinta yang begitu besar terhadap suaminya, Ardi. Dan sekarang, pada malam pertama mereka di Bali, Sherly tidak sabar untuk merasakan keintiman yang sesungguhnya dengan suaminya.

Saat itu, mereka berdua tengah berbaring di atas tempat tidur yang empuk di sebuah vila mewah di Pantai Kuta. Mereka telah melakukan foreplay dan kini dalam kondisi telanjang bulat.

Sherly memandangi wajah tampan Ardi dengan penuh cinta. Merasa sedikit grogi, ia memeluk tubuh Ardi yang berotot, mencari rasa nyaman yang ia butuhkan untuk menurunkan gugupnya. Ia mulai menciumi leher Ardi secara perlahan, membuatnya semakin bernafsu.

Sementara itu, di sebuah kamar lain, sepupu Ardi, Tony, tengah berkonsentrasi ke HPnya. Ternyata ia sudah menaruh kamera tersembunyinya di kamar Ardy. Dia terlihat memandangi mereka dengan rasa iri dan cemburu. Ia mengetahui bahwa Sherly memiliki tubuh yang seksi dan ia tidak dapat menyembunyikan rasa tertariknya terhadap Sherly, meskipun ia adalah sepupu dari suami Sherly.

Semakin lama, Tony semakin tergoda oleh pemandangan yang ia lihat. Ia menahan keinginan untuk mengganggu keintiman Sherly dan Ardi ingin rasanya ia masuk dan menerkam tubuh seksi istri sepupunya itu.

Sherly meskipun gugup ia adalah seorang wanita cantik dengan tubuh yang seksi yang juga membutuhkan belaian, terutama bagian dadanya yang indah dan menggoda ia sodorkan ke Ardy untuk dikulum dan dihisap. Malam kedua mereka sebagai suami istri, Sherly sangat gugup karena ini baru malam kedua mereka saling membuka tubuh merek dalam ketelanjangan dimana ia dan Ardi suaminya akan melakukan hubungan badan.

Mereka berdua sudah melakukan foreplay dan telanjang bulat di tempat tidur yang nyaman. Ardi mencium leher Sherly dengan lembut sambil meremas dadanya yang besar dan kenyal. Perlahan, ia turun ke bawah dan mulai mencium seluruh tubuh Sherly. Wanita itu terpasang matanya dan merasakan semua sentuhan Ardi yang begitu lembut dan sensual.

‘Kamu cantik, Sherly sayang,’ bisik Ardi di telinga istrinya sambil memainkan puting susunya dengan lidahnya. Sherly hanya bisa tersenyum geli dan menahan rasa gugupnya.

Kemudian, Ardi mengambil posisi di antara kedua kaki Sherly yang sudah terbuka lebar untuknya. Ia mulai menyelusuri seluruh intimnya dengan jari-jarinya yang penuh gairah. Sherly merintih dan mencubit bibirnya karena sensasi yang begitu nikmat.

‘Sabar, sayang. Biarkan aku membuatmu lebih nikmat,’ kata Ardi sambil tersenyum dan kembali mencium bibir Sherly dengan penuh nafsu.

Namun, tak disangka, saat Ardi hendak memasukkan penisnya ke dalam vagina Sherly, ia merasa kesulitan. Sherly masih perawan dan ini adalah kali pertama ia akan disentuh seorang pria. Ia merasa sedikit sakit dan Ardi juga merasa gugup karena ini adalah kali pertama ia akan melakukan penetrasi.

“Tenang, Ardi. Aku tahu ini kali kedua kita berdua. Nikmatin aja.” ucap Sherly sambil mengelus kepala Ardi dan mencoba untuk menenangkan suaminya.

Mereka berdua kemudian kembali berciuman dan saling merangsang satu sama lain. Ardi mulai menjilat dan menghisap puting susu Sherly yang kemudian diikuti dengan ciuman yang lebih dalam dan penuh nafsu. Sherly merintih dan meminta Ardi untuk lebih cepat.

‘Santai saja, sayang. Nikmatilah setiap sentuhan aku,’ kata Ardi sambil mencium leher Sherly yang sudah penuh dengan bekas ciuman.

Mereka berdua lalu berpindah posisi, Ardi berada di atas dan mulai meraba-raba seluruh tubuh Sherly dengan jari-jarinya. Ia menciumi dan menghisap setiap bagian tubuh istrinya yang membuat Sherly semakin terangsang dan mengigit bibirnya saat Ardi mencapai bagian yang sensitif.

‘Coba lagi yank… ahhh….,’ desah Sherly sambil menggigit bibirnya karena merasakan gairah yang begitu besar saat Ardi berusaha memasukkan penisnya dengan perlahan ke dalam vagina Sherly.

“Aduh…sakit…” Sherly agak meronta ketika Ardy ingin memasukan penisnya.

Mereka berdua kemudian berpindah-pindah posisi, mencoba setiap variasi yang membuat mereka semakin terangsang.

“Kocokin donk sayang punya aku.” Ardy meminta kepada istrinya sambil tersenyum.

Lalu Sherly dengan senyuman manisnya menggangguk dan mengocok penis Ardy dengan awam.

“Aahhh… enak banget…shhh…”

dan tak lama kemudian Ardy mencapai puncak kenikmatan dan memuncratkan spermanya ke dada Sherly.

Ardi terengah-engah dan melepaskan semua hasrat yang sudah terpendam dalam dirinya selama ini.

Setelah itu, mereka terbaring di samping satu sama lain sambil menikmati sensasi yang masih berada di tubuh mereka. Sherly tersenyum bahagia karena malam pertamanya bersama Ardi begitu spesial dan indah.

‘Sungguh, kau begitu cantik. Aku sangat bahagia bisa bersama denganmu, Sherly,’ ucap Ardi sambil mencium kening istrinya lembut.

‘Iy-ih, Ardi. Aku juga bahagia bersamamu,’ balas Sherly sambil tersenyum dan mencium bibir suaminya dengan penuh cinta.

Namun tanpa disadari oleh Ardy yang mulai memejamkan matanya hendak tidur. Sherly masih terengah2 menahan nafsunya.

“Gak peka banget sihh…” Ujar Sherly dalam hati.

Namun, mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang diintip oleh Tony, sepupu dari Ardi yang kebetulan berada di luar kamar mereka dan bisa mengintip lewat kamera yang ia letakkan di belakang vas bunga di samping TV. Karena Tina sudah tidur ia dengan leluasa bisa menyaksikan aksi ranjang pengantin baru yang liburan bersama mereka itu.

Ia melihat Sherly dengan tubuh yang seksi dan telanjang bulat sedang bersama suaminya. Tony hanya bisa terpana dan mengagumi keindahan Sherly dari samping kamar.

Tony, meski hanya sekilas dapat menyaksikan keindahan dan sensualitas Sherly yang sempurna, ia tahu bahwa Sherly adalah milik Ardi dan tidak ada yang dapat menggantikan tempatnya di hati suaminya.

Tony yang menyudahi aktifitas mengintipnya tidak bisa menahan konaknya dengan apa yang ia lihat terutama body Sherly yang sangat menggoda.

Ia pun membangunkan Tina….

Tina sudah tertidur pulas, tetapi Tony masih terjaga. Ia mengamati tubuh istrinya yang terbujur nyaman di sampingnya. Tanpa ragu, ia mulai merayap ke arah tubuh Tina. Ia membelai lembut rambut istrinya dan mengecup bibirnya dengan lembut. Tina tersentak dan terbangun dari tidurnya.

‘Tony, kenapa sih?’ tanya Tina sambil tersenyum lebar.

Tony hanya tersenyum dan mulai menciumi leher dan bahunya. Ia memperhatikan setiap reaksi tubuh Tina dan menyesuaikan gerakan tangannya. Ia tahu bagaimana cara membuat istrinya terangsang.

Tina mengerti bahwa Tony mengajak berhubungan badan. Tina tidak bisa menahan desahan kenikmatan saat Tony mulai meremas payudaranya yang montok. Tony kemudian turun ke bawah dan mulai membuka perlahan gaun tidur Tina. Ia menjilati setiap bagian tubuh Tina yang terbuka, membuatnya semakin bergairah.

Tina sudah tidak bisa menahan lagi. Ia meminta Tony untuk segera menyatukan tubuh mereka. Tony tersenyum dan memenuhi permintaan istrinya. Ia memasukkan dirinya ke tubuh Tina dan mulai bergerak dengan ritme yang membuat Tina semakin terangsang.

Tina merasakan gairah yang begitu besar dan berbeda dari biasanya. Ia meremas-remas tubuh Tony yang kuat dan merasakan setiap sentuhan dari suaminya. Tony juga tidak tinggal diam, ia terus merangsang tubuh Tina dengan gerakan yang semakin liar.

Di luar kamar Sherly keluar dari kamarnya hendak mengambil minum di dispenser dapur. Saat melewati kamar Tony ia mendengar suara2 khas orang yang sedang berhubungan badan. Ia melihat pintu kamar yang sedikit terbuka. Ia penasaran dengan suara-suara yang didengarnya dari kamar Tony dan Tina meskipun ia tahu persis apa yang mereka lakukan. Sherly berdebar2 jantungnya dan penasaran apalagi dia pernah melihat video yang ditunjukkan Tina.

Sherly tidak bisa menahan rasa penasarannya dan memutuskan untuk mengintip ke kamar Tina dan Tony. Ia ingin tahu apa yang mereka lakukan di kamar tersebut. Ia menyelinap diam-diam ke arah kamar Tina dan Tony dan membuka sedikit pintu untuk memperhatikan apa yang sedang terjadi di dalam kamar.

Sherly terkejut melihat Tony dan Tina sedang telanjang dan bergumul dengan penuh nafsu. Dia yang tadinya ragu dan ingin kembali malah memperhatikan adegan itu dan tidak bisa mengalihkan pandangannya. Ia merasa sayang kalau melewatkan pemandangan ini.

Tony merangsang Tina dengan lembut namun penuh gairah, sementara Tina merespons setiap sentuhan dari Tony dengan desahan dan erangan yang erotis.

Sherly tidak menyangka bahwa dia akan melihat sesuatu yang membuatnya terpikat seperti ini. Padahal dia menonton video porno saja termasuk hampir tidak pernah. Dan sekarang ia mengintip Tony dan Tina sedang telanjang dan sedang bercinta di atas ranjang. Sherly bisa melihat dengan jelas adegan mereka yang sangat erotis.

Mereka terus bergerak dengan semangat dan gairah yang semakin memuncak. Tony membalikkan posisi Tina dan memasukkan kontolnya dari belakang, membuat Tina menjerit kenikmatan.

“Udah berapa lama sih mereka main. Kyknya udah lama.”

“Ooo begitu ya kalo penetrasi. Kyknya enak banget si Tina sampe begitu.” Pikir Sherly.

Sherly melihat Tony dan Tina ganti posisi dan kemudian saling mencium dan meraba-raba satu sama lain. Tony mengambil posisi di atas Tina, memeluknya dengan erat dan memejamkan mata. Dengan lembut, ia mulai menciumi leher dan dada Tina, membuatnya merintih kenikmatan.

Pria itu memusatkan perhatiannya ke tubuh istrinya, membelai setiap lekuk tubuhnya dengan lembut. Dia merayu Tina dengan lidahnya yang ahli dan mengitari tubuhnya dengan penuh gairah. Tina sudah tersenyum puas ketika Tony mulai memainkan bagian sensitif di tubuhnya yaitu puting dan payudaranya.

Tina pun tidak tinggal diam, ia juga meraba-raba tubuh Tony dan mencium bibirnya dengan penuh nafsu. Tina juga mengocok kontol Tony dengan perlahan. Mereka berdua saling memuaskan satu sama lain dengan ciuman dan rangsangan.

Sherly terus mengintip dari luar kamar, terpesona dengan adegan yang ia lihat. Ia melihat dengan jelas bagaimana Tony membelai tubuh Tina dengan lembut dan penuh kasih sayang. Dan Tony juga tidak kalah bergairah, ia membalas dengan menciumi setiap bagian tubuh Tina yang membuatnya merintih kenikmatan.

Tak lama kemudian mereka mengganti posisi menjadi posisi 69. Tony dengan rakus dan beringas menjilati vagina Tina dengan nikmatnya sementara Tina juga tidak mau kalah mengulum kontol jumbo milik Tony.

Sherly tidak bisa mengalihkan pandangannya dari adegan yang semakin memanas itu, meskipun otak dan hati nuraninya ingin beranjak dari sana, hingga tanpa terasa, Sherly mulai merasakan gairah yang memuncak di dalam dirinya. Ia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya dan ia terkejut dengan perasaannya yang begitu kuat. Terlambat, ia sudah tidak mungkin kembali ia ingin melihatnya.

Tina dan Tony terus bercinta dengan penuh gairah dan nafsu yang membara. Mereka saling memuaskan satu sama lain dengan berbagai posisi dan gerakan yang membuat mereka semakin terangsang.

“ahh…seharusnya begitu caranya Ardy memuaskan aku.” Pikir Sherly.

Raut wajahnya terlihat kagum dan saat itulah dia menyadari betapa kurangnya pengalaman seksualnya dibandingkan dengan Tina. Dia tidak bisa menahan rasa gairahnya dan mulai membelai tubuhnya saat dia mengintip mereka.

Tony dan Tina tidak menyadari bahwa mereka sedang diam-diam diintip oleh Sherly. Mereka semakin memperdalam keintiman mereka dan Tony mulai merangsang semua titik sensitif di tubuh Tina. Dia menggigit leher Tina dan meremas payudaranya sementara tangan lainnya memelintir dan memencet puting payudaranya dan kemudian memasukan dua jarinya ke liang kenikmatan Tina.

Tina menggelinjang saat dia merasakan sensasi yang mengejutkan dan dia membalas dengan mencium bibir Tony dengan penuh nafsu.

Sherly semakin tidak bisa menahan nafsu dan dia mulai tanpa sadar meremas kedua payudara montoknya sambil menikmati pemandangan yang begitu erotis. Kebetulan dibalik piyama yang ia kenakan Sherly tidak mengenakan apa apa lagi. Bibir Sherly bagian bawah semakin kencang digigitnya. Ia merasa puting payudaranya semakin mengeras dan liang kenikmatannya mulai basah.

“Aahh…hmmmm….” Sherly mulai mendesah.

Tangan kiri Sherly tanpa sadar masuk ke dalam piyamanya dari sela2 kancing dan meremas payudara kanannya.
Tanpa bisa menahan diri lagi, Sherly merangsang diri sendiri dan memijat-mijat payudaranya yang sudah mengeras. Tanpa mengalihkan matanya dari adegan yang sedang terjadi di depan matanya ketika Tony dan Tina mulai saling berciuman dan bergairah.

Mereka mulai menggantikan posisi dan setiap gerakan yang mereka lakukan semakin menambah kepuasan yang begitu besar untuk keduanya.

Tony mengangkat Tina dan menempatkannya di tepi tempat tidur, sementara Sherly semakin terangsang dan tidak bisa menyangkal nafsunya yang semakin memuncak. Dia terus mengintip sambil membayangkan dirinya sedang melakukan hal yang sama dengan suaminya.

Tony berbaring di atas Tina dan mengambil posisi yang tepat untuk menikmatinya. Dia memasukkan penisnya ke dalam tubuh Tina yang sudah basah dan siap untuk menerima serangan dari sang suami. Tina mengerang dan mendesah ketika Tony mulai bergerak naik turun dengan ritme yang menggairahkan.

Tony dan Tina sama sekali tidak menyadari bahwa Sherly sedang mengintip mereka dari luar. Mereka terus bergerak dalam ritme yang semakin cepat. Sesekali, mereka berhenti sejenak dan saling berbisik kata-kata mesra yang membuat gairah mereka semakin memanas.

Sementara itu, Sherly tidak bisa menahan gairahnya yang semakin memuncak setelah melihat adegan tersebut. Dia terus menggigit bibirnya dan menahan desahan yang hampir keluar dari mulutnya sambil memelintir puting payudaranya yg semakin menegang.

Mungkin bila Tony tahu Sherly mengintip, Sherly bisa jadi tidak akan menolaknya bila ditarik masuk dan bergabung.

Tony dan Tina terus bergerak dalam gairah mereka yang semakin memuncak. Mereka saling berciuman dengan penuh kemesraan dan nafsu sambil memeluk dan mengelus tubuh satu sama lain. Adegan tersebut semakin panas dan erotis dengan desahan dan erangan yang semakin keras.

Tina merasakan ada yg mau meledak dari vaginanya saat Tony menjatuhkan kecupan lembut di lehernya dan meremas kedua payudaranya dengan lembut. Dia merasakan puncak kepuasan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya saat Tony melanjutkan pendekatan intimnya ke bawah dan merangsang titik-titik sensitifnya dari belakang sambil menggenjotnya.

Tina merasakan ada yang beda dengan Tony. Sedangkan Tony ia membayangkan bahwa yang di depannya ini adalah Sherly. Dalam bayangannya ia melakukan apa yang ia ingin lakukan kepada Sherly.

Sherly bergidik dan bulu kuduknya berdiri menyaksikan kontol Tony perlahan keluar masuk kemaluan Tina dan cara Tina mengaduk ngaduk kemaluan Tony.

Sherly semakin bergairah saat dia melihat Tony mempermainkan tubuh Tina yang sintal dan cantik dengan lidah dan jemarinya yang mahir. Dia tidak bisa menahan rasa iri kepada Tina, ia juga ingin diperlakukan seperti itu.

Mereka bergerak dengan semakin liar dan gairah yang semakin meluap. Desahan dan erangan dari Tina semakin membuat Sherly terangsang dan membuatnya semakin tak bisa mengalihkan pandangannya dari adegan tersebut. Waktu terus berjalan dan Tony terus memasukkan penisnya ke dalam tubuh Tina dengan semakin cepat.

“Aahh…gue keluar…” Teriak Tina.

“Ahhh gede banget kontol Tony. Gemuk keras, dan berurat.. sampe keluar si Tina…” Sherly tanpa malu malu lagi mendesah.

Ketika kontol Tony memasuki Tina untuk yang terakhir kalinya, pergerakannya semakin cepat dan intens. Tidak ada lagi keraguan bahwa Tina telah mencapai puncak kenikmatannya, termanifestasi dari erangan dan erangan yang semakin keras dan desahan yang semakin dalam.

Tony melihat Sherly dari cermin di kamarnya dan membisikkannya kepada Tina yang lalu tersenyum secara mesra. Mereka tahu bahwa Sherly sedang mengintip mereka dan mereka membiarkannya. Mereka ingin Sherly menikmati adegan yang mereka lakukan karena di dalam hati mereka, mereka juga merasa senang dengan adanya penonton.

Ketika adegan berakhir, Sherly kembali ke kamarnya dengan perasaan puas dan seksi. Dia tidak bisa tidur karena masih terbayang dengan adegan tadi. Dia juga merasa malu karena telah mengintip sepupunya dan istrinya sedang berhubungan seks, namun dia juga merasa terangsang dengan adegan tersebut.

….

Pagi harinya, ketika Tina sedang beristirahat di kamarnya, Tony keluar dari villa berjalan2 menikmati segarnya udara pagi villa. Ia melihat jendela kamar Ardy yang sedikit terbuka hordennya dan lampu yg menyala. Penasaran Ia mengintip ke dalam kamar dan ia melotot melihat Sherly yang sedang tidur dengan posisi yang menggairahkan dengan celananya yang tersingkap menampakkan pahanya yg mulus dan dengan mengenakan penutup mata.

Tiba2 Tony yg melihat dari kejauhan Ardy baru keluar dari villa untuk lari pagi dan berlari menjauh. Ia punya ide cemerlang untuk menikmati tubuh istri sepupunya yang cantik itu. Ia pun kembali masuk ke dalam villa dan masuk ke kamar tempat Sherly sedang tidur.

Sherly yang tertidur pulas tidak menyadari keberadaan Tony. Tanpa ragu, Tony memasuki kamar Ardy. Ia menutup pintu. Dengan nekat dan perlahan, ia mendekati tempat tidur dimana Sherly masih terlelap. Ia meraih sebuah bantal dan meletakkannya di dekat kepala Sherly, seolah-olah itu adalah bantalnya. Dengan santainya, Tony duduk di ranjang sebelahnya, menikmati pemandangan paha mulus Sherly

Tony merasa gelisah dan penuh gairah mengingat Sherly dan Ardy sudah menikah. Selama ini, ia memandang Sherly sebagai seorang wanita yang menakjubkan dengan sesosok tubuh yang memikat.

Tony adalah pria yang sudah menikah, namun itu tidak menghalanginya dari kebiasaannya yang mesum. Dia suka mencoba menggoda wanita, dan tahu betul cara untuk merangsang wanita hingga mereka bertekuk lutut. Dia juga pintar dalam merayu wanita, membuat mereka tergila-gila padanya. Bahkan, Tony tidak pernah ragu untuk menggoda dan menggairahkan istri orang. Dia melihat istri sepupunya, Sherly, sedang tertidur dengan penutup mata yang menutupi matanya.

Dengan segera, pikiran Tony dipenuhi dengan fantasi erotis. Dia merasakan adrenalinnya meningkat dan dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak memanfaatkan situasi ini. Dia tahu betul bahwa Sherly adalah wanita yang baru dalam soal seks, dan itu membuatnya semakin bersemangat untuk menaklukkan wanita yang telah menjadi milik Ardy itu.

Tony mulai meraba-raba paha Sherly dengan lembut. Ia memperhatikan setiap lekuk tubuh wanita itu dan merasa semakin tergoda untuk memilikinya. Ia menarik sedikit piyama Sherly keatas sehingga memperlihatkan punggung indah Sherly. Ia tersenyum saat tahu Sherly tidak mengenakan BH.

Paha Sherly yang sedang memeluk bantal guling pun diraba2 dan dielus naik turun dari lutut sampai pantatnya dan dengan sedikit meremas pantatnya.
Tanpa berhenti, Tony terus melanjutkan rayuan sexualnya dengan menyingkirkan bantal guling yang dipakai Sherly.

Ia dengan tangan kanannya mulai merayap keatas melalui bagian bawah baju piyama Sherly dari perut hingga sampai ke payudara Sherly yang masih tertutup piyama. Ia meraba dan merasakan payudara Sherly dengan lembut, meraba dan meremas sedikit payudaranya yang montok bergantian kiri dan kanan. Tidak puas hingga di sana saja ia membalikkan tubuh Sherly perlahan hingga telentang lalu membuka kancing bajunya satu persatu.
Tony melotot melihat pemandangan indah yang tersaji di depannya. Sepasang payudara indah yang kemarin hanya dapat dilihatnya sewaktu mandi, dan melalui kamera tersembunyi sekarang terpampang dengan jelas di depan matanya.

Tony lalu kembali meremas payudaranya wanita cantik itu dan memelintir putingnya perlahan membuat nafas Sherly agak memburu.

Setelah kurang lebih 5 menit meraba payudaranya Tony lalu menundukkan kepalanya dan kemudian menjilat puting payudara sebelah kanan Sherly.

“Ouuhh..” Sherly mendesah ketika merasakan payudaranya dihisap dan membuatnya merasakan getaran yang membuatnya terbangun dari tidurnya.

Sherly sempat terkejut ketika merasakan ada yang meraba-raba tubuhnya, tetapi ketika ia sadar, ia merasa tenang karena mengira itu adalah Ardy yang sedang bermain-main dengannya. Anehnya, ia tidak pernah menduga kalau Ardy memiliki cara yang sangat berbeda, lembut dan sensual dalam merayu dirinya. Ia pun memejamkan matanya dan pura2 tidur menunggu aksi orang yang dikira adalah Ardy.

Meskipun Sherly adalah sepupunya sendiri, Tony tak bisa menghindari godaan untuk menggoda dan meraba-raba tubuhnya. Tony adalah seorang pria yang suka mencari kesenangan seksual dari berbagai wanita, dan wanita yang sedang menikah menjadi pilihan favoritnya.

Tanpa rasa bersalah, Tony mulai meraba-raba selangkangan Sherly setelah yakin Sherly tidak sadar bahwa yang melakukannya adalah dirinya dan bukan Ardy. Ia merasakan kedua payudara Sherly yang membesar, dan lembut di telapak tangannya. Tony tak sabar untuk melihat lebih jauh tubuh Sherly yang memang selalu ia impikan.

Tony, seorang pria yang sudah menikah, adalah seseorang yang memiliki selera sangat tinggi dalam hal hubungan seksual. Dari mulai menggoda, meraba tubuh wanita, hingga merangsang mereka, Tony adalah ahlinya. Dia tahu seluk-beluk tubuh wanita dan bagaimana cara membuat mereka terangsang hingga tak berdaya di depannya. Tidak hanya itu, Tony juga sangat terampil dalam merayu wanita hingga mereka tergila-gila padanya, termasuk istri orang. Dengan pandainya ia menyembunyikan segalanya dari Tina, dan juga Ardy dan Sherly

Di sisi lain, ada Sherly, seorang wanita yang baru saja menikah dengan sepupu Tony, yaitu Ardy. Sherly adalah seorang istri yang setia dan sangat mencintai suaminya. Namun, ia masih sangat baru dalam hal seksualitas dan selalu ingin mencoba hal-hal baru. Dia juga memiliki libido yang tinggi dan sangat mudah untuk dibangkitkan gairahnya.

‘Tidak apa-apa, Ardy, teruslah. Aku suka dengan yang kamu lakukan,’ ucap Sherly dengan suara mabuk kepayang.

Sherly merasakan ada yang meraba-raba dirinya dan ia menganggap bahwa itu adalah Ardy. Namun, sesuai dengan sifatnya yang penasaran tentang seks, ia justru menikmati sentuhan yang diberikan. Sherly mengingat nasihat Tina yang mengatakan bahwa berhubungan seks dengan penutup mata dapat meningkatkan sensasi yang lebih intens.

Dengan hati yang berdebar kencang, Tony mulai menurunkan celana Sherly. Ia melihat dengan penuh kepuasan ketika tubuh Sherly yang seksi, langsing, dan berambut panjang terpampang di hadapannya.

Tony merasakan sensasi yang tak terbendung saat tangannya membelai Vagina perawan Sherly yang lembut dan putih. Tanpa ragu, ia juga menciumi leher dan telinga Sherly sambil meremas kedua putingnya yang tegang. Sherly tak sadar apakah itu memang suaminya yang sedang menyentuhnya atau bukan.
Tanpa diketahui Sherly, itu bukanlah Ardy yang sedang merangsangnya, tetapi Tony yang telah masuk ke dalam kamar dengan diam-diam. Tina sedang tidur lelap di kamar mereka, sehingga Tony merasa aman untuk melakukan segala sesuatu terhadap Sherly.

Dengan keahliannya yang luar biasa, Tony merangsang Sherly. Ia menyentuh setiap bagian tubuh Sherly dengan penuh nafsu dan penuh perasaan erotis.
Tony terus meraba-raba tubuh Sherly, memulai dari lehernya yang ramping, turun ke payudaranya yang mulus dan kencang. Setiap sentuhan membuat Sherly meringis dan merintih, tapi tangan Tony tidak berhenti. Dia terus memainkan puting payudara Sherly, membuatnya semakin geli dan terangsang.

Tony meremas payudara Sherly lalu Ia memijatnya dengan lembut dan menyebabkan Sherly menggeliat-geliat dari sensasi yang ditimbulkan. Tony kemudian menurunkan tangan ke perut Sherly yang rata dan ke sana, ia membayangkan ada apa yang ada di balik kain penutup selangkangannya yang mempesona.
Namun, bukannya menegur, Sherly malah semakin menikmati gairah yang ditimbulkan oleh tangan yang merayap di tubuhnya.
‘Tina memang benar. Berhubungan seks dengan penutup mata sangatlah asyik,’ gumam Sherly dalam hati. Belum juga menyadari bahwa itu bukan suaminya, Sherly telah terpuruk dalam kenikmatan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Tony meraih kaki Sherly dan memijatnya dengan keahliannya yang sudah teruji. Ia juga menyalurkan nafsu dan keinginan melalui sentuhan-sentuhan yang ia berikan ke paha Sherly. Sensasi yang terdapat dalam meraba paha Sherly membuat Tony semakin tidak sabar ingin menyalurkan hasrat seksualnya yang sudah mulai memanas.

Ketika Sherly merasakan ada tangan yang meraba pahanya, ia semakin menikmati dan mempersilahkan tangan tersebut untuk terus meraba tubuhnya. Sherly mengeluarkan erangan yang memanggil-namakan nama Ardy, suaminya, tanpa ia sadari bahwa yang sedang merangsangnya adalah Tony.

Tony merasa tergoda oleh tubuh Sherly yang seksi tersebut. Dia mulai meraba-raba lebih dalam ke tubuh Sherly. Tony semakin bergairah dan mulai menciumi lehernya dengan lembut dari belakang. Sherly yang merasa seperti bermimpi tidak menyadari apa yang sedang terjadi dan membiarkan Tony mengelus serta mencium lehernya semakin dalam. Tony tahu pasti dia mengira itu adalah Ardy.

Tony terus merangsang tubuh Sherly dengan penuh keahlian. Ia menelusuri setiap lekuk tubuhnya dengan bibirnya dan terus meraba dengan penuh gairah. Sherly semakin tidak tahan dan merengek-rengek menikmati setiap sentuhan yang diberikan Tony. Ia tidak tahu bahwa yang sedang melakukan hal tersebut adalah Tony, bukan suaminya.
Bahkan ia juga meremas rambut Tony ketika Tony mengulum puting payudaranya.

Tony yang merasa sudah tidak tahan lagi, mulai melepas celana pendek Sherly. Sherly yang mengira itu adalah Ardy tidak berontak dan hanya menikmati ketika Tony melakukannya. Tony juga tak henti menciumi dan menghisap kedua payudara-nya yang indah dan membuat Sherly semakin tergoda.

Tak lama kemudian, Tony dengan lihainya menjilat dan menghisap payudara Sherly yang sempurna. Ia mengisap dan menggigit dengan sensual sambil merangsang vagina istri cantik sepupunya tersebut. Sherly semakin tidak tahan dan mengeluarkan erangan nikmat yang semakin membangkitkan gairah Tony.

‘D-duh, MMphhh,’ desah Sherly tak berdaya. Ia sangat menikmati sensasi yang belum pernah ia alami sebelumnya. Tony memang hebat dalam merangsang wanita.

Tony kemudian turun ke perut Sherly dan meneruskan rangsangannya. Ia menjilati dan memainkan bagian yang paling sensitif dari sesosok tubuh wanita. Sherly semakin menggelinjang dan mendesah keras. Ia semakin tenggelam dalam gairah yang diberikan oleh Tony.

Tony benar-benar menikmati setiap detik yang ia habiskan dengan Sherly. Ia merasakan kepuasan yang luar biasa ketika Sherly menjerit-jerit dan menggelinjang di bawah sentuhan-sentuhannya.

Sherly yang masih mengenakan penutup mata mulai membalas rayuan Tony dengan membelai rambut dan punggung Tony yang semakin bergairah. Mereka berdua melanjutkan aksinya di kamar Ardy yang masih kosong. Ketika Tony menciumi telinga hingga pipi Sherly, Sherly pun menarik wajah Tony dan mereka berciuman dengan penuh nafsu.
Tony yang berbeda dengan Ardy mencium dan menghisap bibir Sherly dengan ganas dan memainkan lidahnya didalam mulut Sherly hingga Sherly mendesah2 dalam ciumannya.

“Mmmhh…slurrp…hmmm….” Erangan Sherly semakin nyata. Keduanya berciuman layaknya sepasang suami istri. Sambil berciuman tangan Sherly turun mencari celana Tony dan melepaskannya. Lalu meraba kontol Tony dan mengurut urutnya sambil mengocoknya dengan tangannya yang lembut. Tangan Tony juga tidak henti2nya merangsang vagina Sherly. Tony yang sekarang sudah menaiki tubuh Sherly menggesek2an kontolnya naik turun di atas vaginanya yang masih ditutupi celana dalam yang sudah becek.

“Mmhh…ahh…ohh…” Sherly dengan panasnya mencium dan membalas kuluman lidah Tony yang dia kira adalah suaminya.

Ketika Tony mulai merangkak ke bawah, Sherly mendesah. Ketika ia sampai di pinggang dan meremas pantat Sherly, Sherly mulai mengerang dan bergerak gelisah di tempat tidurnya. Tony semakin bersemangat dan langsung meremas paha Sherly yang terbuka lebar. Ia merasakan bulu-bulu halus di selangkangannya dan mulai mengintip ke dalam celana dalam Sherly yang putih dan berkilauan. Tanpa menunggu lebih lama, Tony membuka seluruh celana dalam Sherly dan melihat vagina Sherly yang masih perawan.

Tony langsung merasa terangsang dengan tampilan itu. Dia memposisikan mulutnya di sana dan mulai menjilat secara ganas membuat Sherly merintih dan bernapas lebih berat.
Tony menjelajahi setiap inci tubuh Sherly, mencari setiap titik sensitif yang bisa membuatnya terbakar. Mata Sherly masih tertutup, ia tidak tahu bahwa yang sedang merangsangnya adalah Tony, bukan suaminya yang sedang berlari pagi.

Sherly semakin bergairah, ia mengerang dan merintih dalam kegelapan. Tangannya meraih rambut Tony dan tubuhnya bergetar ketika Tony mulai melakukan seks oral padanya. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa senangnya Sherly saat ini.

Tony kembali ke atas dan kembali meremas payudara Sherly yang indah, tetapi kali ini Tony bermain dengan lidahnya. Dia menjilati kedua puting Sherly secara bergantian dan memijatnya dengan sebelah tangan.

“Aahhh…sayang…ohh…” Sherly semakin kencang mendesah.

Sherly semakin tidak bisa bertahan dan mulai mengangkat tubuhnya ke atas. Dia meremas kepalanya ke atas dan menutup matanya. Dia sama sekali tidak menyadari bahwa orang yang sedang merangsangnya bukanlah suaminya. Tony melihat kesempatan ini dan mulai menjilati tidak hanya payudara, tetapi juga punggung Sherly, perutnya, dan akhirnya mencapai selangkangannya lagi. Dia memposisikan tubuhnya di antara kedua paha Sherly yang terbuka lebar, dan mulai menjilati vagina yang masih perawan itu dengan penuh nafsu.

Sherly mulai bergerak dan mengejang, menikmati setiap jilatan yang diberikan Tony. Dia merasa ini adalah pengalaman paling menyenangkan dalam hidupnya.

Sherly merintih dan merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Dia tidak bisa berkata apa-apa dan hanya menikmati setiap gerakan dan pilihan Tony.

Tony merasa puas dan kembali ke atas. Dia kembali meraba tubuh Sherly sambil terus menciumi dan menjilat tubuhnya yang mulai berkeringat. Tony kini benar-benar menundukkan Sherly dengan aksi penuh ingin tahu. Sherly pun merespons dengan segala desahan yang membuat Tony terangsang.

Keduanya terus merasakan kenikmatan yang tak terkendali, membuat mereka semakin tergila-gila. Tony dan Sherly saling berbicara dengan bahasa tubuh, mengikuti irama gerakan satu sama lain. Sherly meminta lebih dan lebih lagi, dan mereka saling memberikan sesuatu yang mereka inginkan.

Lalu tangan Sherly pun diposisikan menggenggam kontol Tony yang sudah tegang maksimal. Sherly merasakan bahwa kontol Ardy lebih tegang dan keras dari biasanya dan lebih besar.
Tangan lembutnya perlahan mulai mengocok kontol Tony. Tony yang merasa keenakan menikmati setiap sentuhan dan kocokan awam tangan Sherly istri sepupunya yang cantik itu.

Tak lama kemudian Sherly pun mengejang dan untuk pertama kalinya dia merasakan orgasmenya. Hingga membuat sepreinya basah.

“Aahh enaknya…” Sherly pun tergeletak lemas.

Tony yang menyadari hal ini membiarkan Sherly menikmati orgasmenya dan beristirahat hingga Sherly pun tertidur lemas.

Tony pun kemudian beranjak ke WC dan buru2 mengeluarkan spermanya setelah merapikan celana dan mengancingkan baju Sherly yang sudah tertidur pulas.


Tony pun duduk di sofa ruang tamu sambil memainkan HPnya setelah “bermain2” dengan Sherly yg kembali tertidur.
Dia pun menyapa Ardy setelah melihatnya hendak masuk ke villa.

Tony: “Pagi Di. Rajin bener udah lari pagi subuh2.”

“Iya nih..mumpung cuaca lagi bagus. Biar badan seger.” Ujar Ardi yang langsung masuk ke dalam villa tanpa tahu bahwa istri tercintanya sudah dipuaskan oleh Tony dengan tangannya.

Tak lama kemudian Ardy pun masuk ke dalam kamarnya.

Ketika Ardy masuk betapa kagetnya ia melihat Sherly yang seksi masih tertidur lelap hanya mengenakan BH dan CD dengan selimut yang sudah terbuka.

Ardi: “Wah nantangin nih.” Ujar Ardi sambil tersenyum dan penisnya perlahan2 mengeras melihat pemandangan ini.

Tanpa berlama-lama lagi ia langsung memposisikan dirinya dibelakang tubuh istrinya dan meraba2 paha dan pantat seksi istrinya tersebut dan meremas2nya.

“Cowo mana yg bisa tahan ngeliat body bini gue seksi begini. Coba kalo Tony ngeliat bini gue kaya gini. Bisa2 diterkam langsung.” Ardy mengagumi tubuh istrinya.

Dengan iseng ia memasukkan tangan kanannya ke dalam BH istrinya untuk merasakan kekenyalan payudara istrinya.

“Toket Sherly udah persis kyk pemain film2 bokep. Bulet kenceng. Hmmm…Nanti malem gue harus bisa nih…” Pikir Ardi dalam hati.

Ardy pun meremas2 payudara istrinya dan menaikkan BH istrinya lalu memelintir dan memencet2 putingnya.

Ardy melihat Sherly yg agak menggeliat. Tidak hanya itu tangannya pun diturunkan dan masuk ke dalam celana dalamnya, menggesek2an jarinya ke vagina Sherly dan penasaran mencari dimana dan seperti apa yang namanya klitoris.

Sherly yang terbangun pura2 tertidur dan menikmati sentuhan yang terasa berbeda.

Sherly pun agak sedikit tersenyum melihat suaminya kembali merangsang dirinya. Kemudian Ardy pun membuka penutup matanya

“Pagi sayang….hehehe..” Kata Ardy sambil meremas payudara istrinya.

“Iihhh…dari tadi iseng ya tangannya.” Sherly memukul lengan Ardy dengan mesra dan meraba2 selangkangan Ardy.

“Tapi yang tadi enak banget lho say.” Ujar Sherly dgn wajah yg memerah.

“Yang tadi??” Ardi berpikir keras maksudnya apa istrinya berkata seperti itu. Padahal dia tidak tahu bahwa istrinya baru saja dipuaskan oleh Tony dengan sentuhannya.

“Mandi dulu yukk…” Sherly yang melihat Ardy belum mandi pun mengajak Ardy utk segera mandi bersama.

Selesai mandi dan ganti baju Sherly pun segera keluar dan bertemu dengan Tina di luar yang sedang duduk di meja makan lalu bercakap2 sedangkan Ardy duduk di dalam kamar menonton TV.

“Kalo Tony mah bisa sampe minta nambah. Malah pernah sampe 3 ronde. Hahaha.” Tony mendengar Tina bercerita tentang kehebatannya diranjang kepada Sherly.

Tony yang duduk di sofa ruang tamu tersedak ketika mendengar Tina menyebutkan namanya dalam percakapannya. Tina, istrinya yang juga sahabat Sherly, sedang bertanya terkait malam pertama pernikahan Sherly dan suaminya, Ardy. Tony memperhatikan dengan seksama saat Tina menanyakan apakah malam pertama Sherly berjalan lancar.

Sherly, yang baru menikah dengan Ardy beberapa minggu yang lalu, dengan malu-malu mengakui bahwa malam pertamanya tidak seperti yang ia bayangkan. Ardy, sang suami yang juga sepupu Tony, tidak bisa memenuhi hasratnya karena gugup dan kurang pengalaman, sedangkan keluarga mereka terutama orang tua mereka sudah mendesak untuk segera memiliki cucu.

Sherly: “Gue kan jg pengen ngerasain gimana rasanya dimasukin Tin. Tapi Ardy sering grogi bgitu. Udah hampir masuk malah lembek lg. Gue kocokin biar keras ehh malah keluar. Kan jd males gua.”

Tina: “lu udah nyoba konsultasi ke dokter atau kasi obat kuat?”

Mendengar bagaimana Sherly bercerita, Tony merasa tertantang dan berniat untuk menaklukkan Sherly. Wanita yang memiliki libido tinggi dan penasaran tentang seks. Tony yakin dengan keahliannya, ia bisa membuat Sherly bertekuk lutut dan melupakan Ardy. Rencana jahatnya pun mulai terbentuk di otaknya.

Tina tidak menyadari niat jahat Tony. Ia hanya ingin membantu sahabatnya yang kesulitan dengan kehidupan seksualnya. Tony, yang sering menggoda wanita dan tahu seluk beluk tubuh wanita, merasa yakin bahwa ia bisa membuat Sherly terangsang dan menyerah kepadanya.

Setelah Sherly kembali ke dalam kamar. Tony kemudian masuk dan Tina menceritakan percakapannya dengan Sherly kepada Tony, ia meminta bantuan Tony untuk memberikan tips dan trik agar Ardy bisa memuaskan istri dan memperoleh ereksi yang lebih lama. Sementara itu, Tony tersenyum licik dan berpura-pura menjadi sahabat baik yang akan membantu Ardy dan Sherly.

Dalam kepalanya, Tony memiliki rencana untuk menaklukkan Sherly, istri sepupunya yang baru saja menikah. Ia sangat tergoda oleh kecantikan dan kemolekan tubuh Sherly. Ia mengetahui bahwa Sherly adalah seorang istri yang setia dan baru dalam hal seks. Sherly yang belum terpengaruh dengan hal-hal porno atau gairah para pria membuat Tony semakin tertantang untuk menggodanya.

Adapun, Ardy adalah suami dari Sherly yang merupakan sepupu dari Tony. Ardy juga baru dalam hal seks, namun ia sangat setia kepada istrinya dan tidak berpikiran mesum seperti Tony. Tony merasa sedikit kasihan pada Ardy karena ia merasa bahwa Ardy kurang pengalaman dalam hal wanita.

“Gue ada ide nih Tin…” Ujar Tony kepada istrinya.

“Apa?” Tina pun duduk mendekat…

“Hah..itu mah maunya elu..” Tina pun tiba2 menepuk lengan Tony dengan keras.

…..

Ketika Ardy keluar ia pun duduk di sofa kursi ruang tamu. Tony yang baru saja keluar dari kamarnya setelah berbincang2 dengan Tina. Tanpa sengaja, ketika hampir mencapai tempat Ardy duduk, dr belakang Tony melihat layar HP Ardy ketika ia kembali dari kamar. Ia terkejut saat melirik ke HP Ardy dan melihat ia membuka website yang isinya tentang hal-hal porno yang menjelaskan tentang kepuasan wanita dan seorang pria yang menikmati melihat istrinya dengan pria lain.
Tony pun terkejut melihat username Ardy di forum tersebut. Dia kemudian menyadari bahwa Ardy memiliki jiwa cuckold, dimana ia menikmati melihat istrinya dengan pria lain.

Sedangkan Tina dan Sherly masuk ke kamar Tina untuk membicarakan sesuatu.

Tony pun pura2 kembali ke dalam dan berdehem dari jauh. Ardy pun buru2 membuka aplikasi lain di HPnya.

Tony: “Nah kebetulan ada di sini. Nih gw ada brg bagus. Gue baru beli di Online. Ini bisa bikin ngaceng maksimal di. Cocok buat pengantin baru.”

Tony kemudian memberi Ardy sebuah minuman sachet yang berupa kopi ginseng untuk meningkatkan stamina dan juga permen aneh rasa coklat dengan bentuk yang aneh.

Tony berkata bahwa kopi ini yang membantunya setiap malam saat mau bermesraan dengan istriny. Tony menyarankan agar meminumnya segera.

Ardi: “Ya uda kebetulan kopi lg abis nih. Mau ke depan males jauh.”

“Nih kalo lu minum lu bakal jd kyk gini nih perhatiin ini.” ujar Tony sambil membuka video porno di HP-nya. Ardy terkejut melihat isi video tersebut.
Ardy terkejut melihat Tina yang sedang melenguh keenakan di atas Tony.

“Ah gila lo Ton…Ini kan koleksi pribadi elo ma Tina.”

“Hehehe.***k papa Di. Biar elo liat gimana carany muasin cewe. Nih gue cepetin. Masukinnya tuh ke sini Dy. Lobang yang ini.” Tony dengan detail menjelaskan.

Ardy kemudian terheran-heran melihatnya.

“Ahh Tony…udah donk…udah 3 ronde lo ini. Masa belum keluar2 sayang…Aku aja…ahh..udah keluar 3x beb…ahhh….” Dari video tersebut Ardy dapat mendengar Tina melenguh keenakan

“Hehehe…tuh kopi minumnya harus pagi baru efeknya bisa keluar nanti malem. udah nanti lo coba sendiri ya. Gue mandi dulu.” Ujar Tony yg bergegas kembali ke dalam.

Ardy pun menyeduh kopi pemberian Tony dan langsung menenggaknya.

Tina: “Gimana Sher? Lo mau kan? Santai aja. Gue ma Tony ga akan bilang siapa2. Lo cukup duduk aja. Tony juga udah ngomong kok sama Ardy. Pasti Ardy juga mau.”

Sherly: “Duh gimana ya. Tapi beneran gpp nih Tin?”

Tina: “Bener gpp kok. Tony juga bisa jaga rahasia orgnya. Pokoknya antara kita ber 4 aja. Ini demi keharmonisan kalian kan.”

Sherly: “iya sih. Pacaran lama tapi ga tau dia begini. Tau gitu kan mungkin bs saranin dulu berobat apa gimana.”

Tina: “Hehehe… atau praktek dulu beb sblm nikah.”

Sherly: “Kayak elu sm Tony? Hahaha”

Tina: “Nah itu lu tau. Nih minum dulu…” Ujar Tina setelah membuka satu minuman pokari untuk dirinya dan juga Sherly.

Tina: “Nih gue ada film bagus nih. Bisa kok jd referensi.”

Tina pun mengambil laptopnya dan menyalakan sebuah film korea yang tanpa Sherly ketahui adalah film semi.

Tidak lama kemudian Tony pun masuk ke kamarnya dan mendapati Sherly dan Tina yang sedang bercakap2 menunggu kedatangannya.

Tony: “Eh ada Sherly. Kebetulan gue baru ngomong sama Ardy. Hehe”

Tina: “Sherly kudu belajar juga cara muasin Ardy beb. Kamu mandi dulu gih. Nanti aku nyusul. Aku sama Sherly masih mau nonton film ini nih.” Ujar Tina sambil mengedipkan mata kepada suaminya Tony yang kemudian tersenyum sedikit.

Tony: “Tapi ada Sherly. Gpp nih gue mandi? Penutup kaca WCnya ga rapet lho. Nanti kalian bisa ngeliat gue mandi. Hehehe.” Ujar Tony sambil nyengir.

Kamar Tony dan Tina di villa ini memiliki WC yang cukup besar dengan bathtub dan shower hanya penutup kaca yang transparan tidak bisa dengan rapat menutup WC tersebut sehingga siapapun yang mandi bisa terlihat dari luar.

Tina: “Huu kegeeran aja. Siapa coba yg mau ngintip. Udah sana mandi.”

Tony pun bergegas mandi. Mengetahui penutup kamar mandi tersebut tidak dapat menutupi keseluruhan WC Tony menjadi iseng ingin memamerkan tubuhnya pada Sherly yang kebetulan ada di luar.

Sherly pun beranjak meletakkan minumannya di dalam kulkas dan tak lama kemudian film ini pun menampilkan genrenya yang merupakan film semi ketika pemeran utama pria mencumbu wanitanya dan mulai menanggalkan pakaian sang wanita. Tina dan Sherly pun melihat dengan serius.
Tina melihat Sherly penasaran wajahnya pun seperti memerah.

Sherly: “Dih kok adegan bgituannya lama banget Tin.” Ujar Sherly yang terlihat membenarkan posisi duduknya.

Tina: “Ya namanya film romantis jaman sekarang kalo ga begini ga asik.”

Tina: “Bentar beb aku ambil cemilan dulu ya sama baju Tony yang gue jemur mau dia pake. Lu nonton aja dulu.”

Tina pun meninggalkan Sherly menonton sendirian di kamarnya.

Sherly: “Aduh..Tina lama banget sih ngambil cemilannya. Mana adegannya makin lama makin hot lagi. Mana tadi nanggung gue habis di colmek sama Ardy. Jadi horny lagi deh ah..” Ujar Sherly dalam hati.

Sherly pun kemudian beranjak mengambil minumannya yang tadi dimasukkan ke kulkas kamar Tina tadi.

Tony yang sedang mandi di shower membayangkan tubuh telanjang Sherly yang naik turun di atas tubuhnya. Juga kembali teringat ketika dia mengintip Sherly sedang mandi. Apalagi saat meraba raba tubuhnya tadi pagi. Kontolnya yang mengacung ke atas terlihat mengkilap saat disabuninya.

Saat mengambil minumannya di kulkas. Sherly yang menyadari masih ada Tony di wc sedang mandi kaget karna sedikit melihat tubuh telanjang Tony lewat pantulan cermin yang berada di kamar mandi. Cermin yang berada di dalam kamar mandi tersebut bisa terlihat dari luar karna tidak tertutup oleh horden penutup yang tidak bisa menutupi seluruh kaca transparan yang memisahkan antara WC dan kamar itu.

Sherly terpaku saat melihat lewat pantulan cermin WC itu Tony terlihat di bawah pancuran shower menyabuni kontolnya sambil mengurut2 kontolnya yang berurat yang tegang maksimal. Sejenak Sherly tidak dapat memalingkan matanya. Malah Sherly lupa akan keinginannya mengambil minum di kulkas WC.

Sherly: “Anjrit gagah banget Tony bodynya bagus banget.”

Sherly diam2 mengagumi tubuh atletis Tony yang sedang mandi membelakangi Sherly.
Tiba2 belum sempat Sherly mengalihkan pandangannya Tony membalikkan badannya sehingga Sherly bisa melihat kontolnya yang sedang tegang mencuat ke atas.

Sherly yg kaget menutup mulutnya yg menganga terpana dengan tubuh telanjang Tony. Apalagi perut six pack dan kontolnya yang tegang berurat. Tanpa sadar Sherly menggigit bibir bawahnya dan sambil berdiri mengapit kakinya. Apalagi efek menonton film yang disetel Tina di laptopnya yang membuat Sherly terangsang lebih lagi ketika melihat tubuh telanjang Tony.
Tanpa Sherly sadari Tony menyadari bahwa Sherly sedang mengintip dan melihat Sherly yang terpana lewat samping matanya.

Sherly: “eh…gila si Tony…kok bisa sih panjang berurat begitu? Pantesan Tina ngebangga2in mulu. Gede banget gila. Gimana rasanya ya ditembusin kontol ukuran segitu?” Pikir Sherly tanpa sadar menggigit bibir bawahnya melihat Tony menyabuni selangkangannya mengurut2 kontolnya dari bawah ke atas.

Sherly: “Lagi ngapain sih dia kok bisa sampe tegang bgitu masa lagi coli?” Sherly semakin penasaran mengintip ke WC tempat Tony sedang mandi. Sedangkan Tony masih menyabuni badannya dengan kontolnya yang mengacung tegak.

Sherly: “Ah sial..apa sih..gue kan udah merid masa ngintipin lakinya si Tina mandi.”

Sherly kemudian membuka kulkas di kamar Tina dan mengambil minumannya kemudian kembali duduk di depan laptop Tina dengan jantung berdebar2 melihat pemandangan tubuh Tony tadi.

Tak lama Tony pun keluar dengan mengenakan handuk saja.

“Aduuh Tina kemana sih…masa ninggalin gue bedua sama lakinya di kamarnya.” Pikir Sherly dalam hati.

“Eh masih ada Sherly…?” Tony berpura2. Padahal Tony sudah tau bahwa Sherly ada di kamar itu daritadi.

“Tina belom bawain celana sama kolor gue yg basah ya. Aduuh gimana sih. Masa dia cuma bawain gue celana satu sm kolor satu. Kbangetan deh. Gpp gue pake handuk gini ya?” Ujar Tony yang tanpa persetujuan Sherly langsung duduk di samping Sherly dengan mengenakan handuk saja menutupi tubuh bagian bawahnya yang cuma sampai 15cm di atas lutut.
Kontolnya yang tadi tegang sudah agak turun tetapi handuknya yang kecil tdk dpt menutupi tonjolannya membuat wajah Sherly semakin memerah.

“Ehh..i…ii..ya gpp kok Ton..” Ujar Sherly salah tingkah. Apalagi video di laptop Tina menunjukkan adegan yang semakin panas dimana sang pria mencumbu payudara wanita bergantian kiri dan kanan.

“Asiikk…boleh ikut nonton yaa..adegannya kyknya lagi asik tuh.” Tony menggoda Sherly dengan menunjuk ke arah laptop.

“Hehehe. Iya nih Tina buka film ginian. Ganti aja yg lain yah…” Sherly beranjak hendak mengganti film lain.

“Ehh jangan biarin aja..bentar lg udahan nanggung. Gue juga penasaran pengen liat endingnya.” Tony menghentikan tangan Sherly yang hendak menggapai laptop.

“Lu liat tuh Sher…cewe kalo digituin paling demen tuh Sher. Paling cepet keluar kalo digituin.” Ujar Tony saat adegan di layar laptop menunjukkan sang wanita yang duduk dipangkuan prianya dan prianya kemudian menunduk mencumbu kedua payudaranya.

“Iya sih…kyknya enak itu. Itunya cowonya masuk ya. Cwenya yang ngegoyang gitu?” Sherly terjebak penasaran bertanya kepada Tony.

“Iyalah Sher. Itu kontol si cowo udah masuk. Baru si cewe ngegoyang ngulek2 dan ngocok kontol si cowo. Enak banget lho Sher. Kapan2 lu kudu praktekin ke Ardy. Kan lu pengantin baru jd harus belajar Sher. Lu kudu tau cara goyangnya. Pasti blm bisa kan goyang bgitu?” Tony berkelakar menggoda Sherly.

“Ahh bgitu mah gampang. Tinggal maju mundur aja kan. Hahaha…” Sherly yang tidak malu2 lagi menjawab candaan Tony sambil nonton dan sesekali melirik ke kontol Tony yang menggembung, handuk tersebut tidak mampu menutupi kontolnya yang tegak.

“Kenapa Sher lirik2? Gede ya?” Tony menggoda Sherly yang kemudian membuat wajahnya bersemu merah.

“Apaan sih Ton..iihh..” Sherly memalingkan wajahnya.

Tony: “Punya Ardy segede gini ga?”

Sherly: “Gedean punya Ardy ah..” Sherly memalingkan wajahnya tanpa mampu menyembunyikan wajahnya yang memerah.

Tony: “Masa?? Punya dia bisa goyang2 gini ga?” Tony menggoda Sherly dengan menggangguk2an kontolnya dibalik handuknya.

Secara refleks dan tanpa sengaja Tony membuat Sherly melirik ke arah selangkangannya.

“TONY !! Ihhh gue bilangin Tina yaa…” Sherly melotot sambil menepuk lengan Tony.

“Habis bukannya nonton malah lirik2 kontol gue. Kalo mau liat aja lagi gue ga akan blg2 sama Ardy ma Tina. Hehehe. Pasti blm pernah liat yg laen kan selain punya Ardy. Sesekali gpp kok. Hehehe.” Ujar Tony yang mencoba menggoda Sherly.

Mata Tony tidak henti2nya menatap body Sherly terutama payudaranya yang saat ini mengenakan baju bali longgar dan celana pendek longgar yang menampakkan hampir keseluruhan paha mulusnya ketika dia duduk. Apalagi saat Sherly duduk bersila sambil menonton berkali2 membenarkan posisi duduknya dan nafasnya yang sudah agak memburu. Tony tahu bahwa Sherly sudah mulai terangsang.

“Iya kalo mau liat aja Sher. Gpp kok. Hahaha.” Tiba2 Tina muncul dari balik pintu dan merangkul Sherly dari belakang.

“Kata elu lu mau belajar cara muasin Ardy. Mau gue tunjukin sekarang?” Tina merangkul dan memeluk Sherly dr belakang.

“Iiih Tina ih bongkar2 rahasia…lagian ntar Ardy dateng gimana.”

“Ngga…tadi gue liat dia lg keluar keliling2 perkebunan sama pak Samsul. Tenang aja. Rahasia terjamin sayang. Hehehe. Cuupp…” Leher Sherly dikecup oleh Tina.

Sherly pun menundukkan wajahnya malu bahwa Tony pun tahu semua curhatannya kepada Tina.

“Elu tenang aja Sher. Rahasia terjamin. Ardy ga akan tau. Siapapun ga akan tau kok. Ini demi hubungan elu sama Ardy kan…” Ujar Tina.

“Iya nih…sesekali Sherly harus diajarin caranya buat merangsang dan muasin Ardy biar Ardy bisa selalu tegang maksimal. Hehehe…dari tadi ngelirik kontol gue aja Tin…” Ujar Tony mengedipkan mata kepada Tina.

Tina: “Masa sih Sher?” Tina yang pura2 kaget melotot seketika sehingga Sherly merasa tidak enak.

Sherly: “Ehh ngga2…enak aja…” Sherly panik seketika tetapi tiba2 dengan cepat Tina membuka handuk yang dikenakan oleh Tony sehingga Sherly bisa melihat dengan jelas kontol Tony.

“Ehh??” Sherly memalingkan wajahnya tapi Tina dengan sigap memutar kepalanya.

“Ngga apa2 kok beb liat aja. Ini rahasia di antara kita aja. Gue mau ngajarin elo gimana cara muasin Ardy. Lo duduk aja di sini.

Kini Sherly dengan leluasa melihat kontol Tony yang mengacung tegak dengan malu2 sambil menggigit bibir bagian bawah.

“Gede ga kontol Tony Sher?” Tina dengan bangga memamerkan batang keperkasaan suaminya yang selama ini menjadi kebanggaaannya.

“Ii..iiya gede….” Sherly tertegun melihat kontol Tony dan seperti terhipnotis melihatnya nafasnya terlihat agak memburu.

Seumur hidup, Sherly baru satu kali melihat organ kejantanan laki-laki dewasa.
Yakni organ milik Ardy suaminya. Dia tak pernah melihat milik laki-laki
selain Ardy.
Tentu saja, dia pernah melihat film dewasa, atau film yang tidak disensor
yang memperlihatkan secara gamblang organ kejantanan milik laki-laki. Namun
itu di film. Sherly belum pernah melihat secara langsung.
Hingga kini.
Dia kini melihat organ kejantanan laki-laki yang bukan suaminya. Dan entah
kenapa, Sherly merasakan adanya debar aneh di dadanya. Debar yang tidak
dipahaminya.

Tina: “Lo duduk aja beb… pelajarin dengan seksama.”

Tony pun tersenyum kepada Sherly dengan lebar dan Tina pun membuka pakaiannya hingga tersisa BH dan CD saja.

Kamar tempat Tina dan Tony tidur tipe double bed yg terdiri dari 2 ranjang. Sherly duduk di ranjang satunya sedangkan Tony berpindah dari ranjang yg diduduki Sherly ke ranjang sebelah setelah menutup dan menyingkirkan laptopnya.

Tony kemudian menarik Tina dan melumat bibir Tina dengan ganas. Sembari meremas payudara dan pantatnya.

Sherly melihat semuanya dengan melongo. Ini pertama kalinya dia melihat pasangan yg bermesraan di depannya.

“Ehh.*** adil kalo kita doank yang buka. Elu juga buka donk Sher.” Tony mencoba keberuntungannya dengan menggoda Sherly.

“Ahh malu ahh…” Sherly yg masih malu2 geleng2 kepala tetapi masih terduduk di ranjang itu. Sebenarnya bisa saja ia berdiri dan langsung keluar kalau ia mau tetapi akal sehatnya sudah dikalahkan oleh rasa penasarannya dan nafsunya ia juga mau melihat bagaimana seharusnya dia memuaskan Ardy dan sebaliknya. Ia harus bisa.

Tina: “Sherly…ayo lah… kita uda rela begini mau ngajarin elu. Biar lebih pas elu juga buka donk. Toh masih ada BH sama CD kan. Biar lu bisa lebih menghayati aja kalo lo jadi gue. Sama aja kan kyk lo pake bikini kemaren. Sini gua buka.”

“Ehh..Tina…malu kan sama Tony..” Sherly masih meronta tapi Tina meyakinkannya dengan cepat.

Tanpa menunggu persetujuan Sherly Tina pun membuka kaos Sherly dengan meloloskannya ke atas dan juga celana pendek Sherly diloloskannya. Kini ia hanya tinggal mengenakan celana dalam dan bra.

Untuk pertama kali dalam hidupnya, Sherly berdiri di depan laki laki yang bukan suaminya dan hanya mengenakan BH dan celana dalam.

“Body lu bagus banget Sher. Heran gue Ardy bisa susah ngaceng liat body sebagus ini.” Tony memuji body Sherly sambil melotot mengagumi keindahan tubuh Sherly yg hanya mengenakan celana dalam dan bra berwarna putih.

“Iya bagus banget kan toketnya Ton. Gak papa deh kalo lo ngeliatnya Sherly mah. Hehehe.” Tina ikut menimpali.

Sherly pun tersipu malu.

Tony kemudian melanjutkan aksinya menundukkan kepalanya. Dengan cepat Tony membuka kaitan BH Tina dan melemparkannya lalu dengan lembut bibirnya mengecup
bulatan bukit kembar milik Tina di sebelah kiri. Bibir Tony melakukan gerak
berputar, mengitari bulatan yang penuh itu.
Beberapa detik kemudian, bibir Tony tiba di pucuk bukit sebelah kiri.
Sherly mengira kalau pemuda itu akan melakukan hisapan, seperti yang pernah
disaksikannya di sejumlah film dewasa. Dugaannya keliru.
Ternyata Tony hanya melewati pucuk bukit kembar sebelah kiri itu. Bibirnya
hanya menyentuh sekilas dan kemudian pindah ke bukit sebelah kanan.
Bibir Tony kembali mengitari bulatan bukit kembar sebelah kanan. Dia
rupanya memang ingin mengecup seluruh bagian yang membulat penuh itu.
Kemudian bibir Tony tiba di bagian itu. Di pucuk bukit sebelah kanan yang
terlihat sudah mengeras. Sama seperti sebelumnya, Tony hanya mengecup
sekilas. Bibirnya hanya melewati bagian itu.
Sherly melihat mata Tina terpejam.
“Ohhh….” Tina mengerang saat Tony menghisap pentil kanannya.

“Pasti enak banget…” Pikir Sherly dalam hati.

Sherly merasa wajahnya panas. Sekujur tubuhnya terasa panas. Dia melirik ke
organ kejantanan milik Tony yang mengacung penuh. Milik Tony itu
terlihat agak basah dan berurat.

Tanpa sadar Sherly menggerakkan tangannya mengelus2 vaginanya dari luar celana dalamnya.

Sherly bisa melihat gerakan bibir pemuda itu turun perlahan dari payudara lalu turun dan berputar di paha kiri Tina.
Lalu, bibir itu pindah ke paha kanan.
Rasa geli yang aneh seperti melanda tubuh Tina.
“Mmmhhhh…”
Tina mengerang.
Rasa gelinya kini sepertinya semakin besar.
Seluruh tubuhnya seperti melengkung.
Bibir Tony kini telah berada di antara kedua pahanya. Sherly melihat lidah Tony seperti meliuk2 dengan lincahnya.

“Sangat hebat, perkasa…aku juga mau..” Hanya itu yang ada di pikiran Sherly sembari menggosok2kan jarinya di vaginanya yang dilakukannya sedari tadi diam2 tapi tentu perbuatannya itu diketahui oleh Tina dan Tony.

Tina sesekali melirik ke arah Sherly.
Dia melihat Sherly kini terbaring. Sahabatnya sekaligus sepupunya itu terbaring masih dengan
celana dalam dan BH.
Sherly berbaring gelisah. Dia terlihat seperti cacing kepanasan yang terkena
sinar matahari.
Jemari tangan kiri Sherly terlihat menyentuh pangkal pahanya yang masih ditutupi celana dalam berwarna putih.

Sherly adalah perempuan yang sudah dewasa dan
hanya lebih muda beberapa bulan dibanding Tina.
Sebagai perempuan yang sudah masuk kategori matang, dia bisa memahami apa
yang terjadi antara Tina dan Tony. Dia melihat bagaimana
secara perlahan laki-laki itu mencumbui sahabatnya itu.
Sherly melihat bagaimana dengan sangat halus, Tony mampu membuat Tina terhanyut dalam permainan bernuansa erotis yang memabukkan.
Dalam hati, Sherly kembali harus mengakui kepiawaian Tony. Hanya laki-laki istimewa yang bisa membuat perempuan seperti Tina terbuai.
Sherly waktu pacaran bukan perempuan yang terbiasa bermain dengan laki-laki. Dia bahkan tergolong perempuan dengan prinsip kuno dan tradisional, yang meyakini bahwa tubuh mereka hanya boleh disentuh
oleh suaminya.

Sejak pakaian dalam Tina dibuka, Sherly melihat bagaimana Tony menyentuh
dan mencumbui istrinya. Bagaimana gerakan tangannya, bagaimana
gerakan bibirnya.
Tony melakukan dengan sangat halus dan perlahan, Sherly merasa seolah dirinya sedang menyaksikan
film kategori dewasa yang digarap dengan indah dan artistik. Bedanya, yang
disaksikan itu bukan film. Yang disaksikannya itu nyata dan terjadi hanya
beberapa meter di depannya.
Melihat aksi cumbu yang terjadi di depannya, melihat bagaimana Tony
menyentuh dan mengecup paha, perut dan bukit kembar Tina, Sherly merasa ada sesuatu yang terjadi dalam dirinya. Dia merasa munculnya rasa hangat di dada.
Rasa hangat yang seketika menjalar ke seluruh tubuh.
Sherly merasa kepalanya pening. Rasa pening yang aneh.
Dia merasa dirinya tersiksa.
Dia tak mengerti kenapa dia merasa tersiksa, namun jelas dia memang tersiksa.
Rasa tersiksa semakin menjadi ketika dia melihat bagaimana, seolah tidak
disengaja, milik Tony hampir masuk ke milik Tina membelah vaginanya. Bagaimana milik Tony yang
keras dan besar itu yang tadi diintipnya besar dan berurat serasa memerah dan semakin perkasa.

Saat itu Sherly merasa dirinya semakin tersiksa. Dia merasa dirinya seperti
sedang berada di padang gurun yang kering kerontang.
Dia merasa dirinya seperti kehausan. Bukan haus oleh air namun oleh sesuatu yang lain.
Sherly menggeliat. Seolah dengan menggeliat, rasa menyiksa itu akan lenyap.
Namun rasa menyiksa itu tidak juga lenyap, bahkan semakin menjadi. Karena
tidak tahan, tanpa terasa dia merintih.
Dia tak peduli jika rintihannya terdengar oleh mereka. Dia tak peduli.
Yang diinginkannya adalah lenyapnya perasaan menyiksa yang kini
menggerogoti dirinya.
Di saat itu, dia merasakan sesuatu.
Ada sesuatu yang menyentuh dirinya.
Sesuatu yang lembut.

Sherly membuka matanya yang sejak tadi terpejam. Sejak perasaan menyiksa
melanda dirinya, Sherly memang memilih untuk terpejam.

Dia melihat Tina kini sedang mengecup paha kanannya.
Tina melakukannya dengan sangat lembut.
Dia bisa merasakan bibir Tina yang menyentuh dirinya. Bagaimana bibir
Tina menyentuh pahanya.
Sherly meremang.
Ada perasaan aneh yang muncul ketika pahanya dikecup oleh sesama wanita.
Dia merasa geli. Rasa geli yang membuatnya semakin tersiksa.
Kecupan lembut Tina pada pahanya menghadirkan sensasi aneh yang
membuat Sherly menggeliat. Kini perasaan menyiksa yang sejak tadi melanda
dirinya berbaur dengan rasa geli yang aneh yang diakibatkan oleh kecupan
Tina.
Sherly kemudian merasa kecupan2 itu berpindah ke paha kiri, lalu ke perut.
Dia kemudian merasa kalau kaitan bra-nya seperti sedang dilepas. Rupanya Tina kini sedang berupaya melepas BHnya.
Sherly sempat ingin menolak, namun dia merasa seolah seluruh kekuatannya
telah lenyap. Kekuatannya untuk menolak seolah telah menguap entah kemana.
Dia juga bisa merasakan bagaimana celana dalamnya melewati kedua pahanya, lalu
kedua lututnya, betis dan akhirnya ujung kaki.
Kini dia tak lagi mengenakan celana dalam.

Sherly menanti datangnya perasaan marah di dalam dirinya. Celana dalamnya
telah dilucuti didepan laki-laki yang bukan suaminya dan seharusnya dia merasa marah.
Anehnya, dia tidak merasa marah.
Dia merasa malu, tentu saja. Dia merasa wajahnya panas.
Dia tersipu, namun tidak marah.
Kenapa dia tidak merasa marah? Dia tidak mengerti.
Dia tak punya waktu untuk berpikir karena dia kembali merasakan kecupan
Tina. Kini Tina kembali mengecup perutnya. Lalu pinggang kanannya.
“Ooouhhh…”
Sherly merintih kegelian. Kecupan di pinggang membuat dia semakin tersiksa.

“Ahh Tina…Kok elu jadi…ahhh…” Sherly mendesah.

Dia merasa bibir Tina itu bergerak ke atas dan kini berada di pundak
kanannya.
Kembali Sherly merasa wajahnya panas.
Perlahan Tina pun menarik wajahnya dan mereka pun berciuman!

Ya. Ciuman sesama jenis. Pertama kali dirasakan oleh Sherly bagaimana Tina memainkan lidahnya di dalam mulutnya.

Mata Sherly pun terpejam…

Tiba-tiba Sherly bisa merasakan ada seseorang di belakangnya. Ya rupanya Tony sudah pindah ke belakang tubuhnya dan memeluk dirinya juga Tina.

“Santai aja Sher…Sini biar kita puasin elu…” Ujar Tony.


Advertisement

spot_img

Aku Seorang Istri Yang...

Kenalin nama aku Eva (nama samaran) aku adalah seorang...

Fantasi Jadi Nyata

Aku niko, dulu aku mempunyai sahabat bernama Rama. Rama...

Aku Seorang Istri Yang Tiba-Tiba Jadi Lesbian

Kenalin nama aku Eva (nama samaran) aku adalah seorang ibu yang punya anak kembar cewe yang lucu banget. Kata orang aku ini cantik imut,...

Fantasi Jadi Nyata

Aku niko, dulu aku mempunyai sahabat bernama Rama. Rama ini mempunyai kakak yang cantik bernama siska. Penasaran sama kak siska kan? Fyi : kak...
Next article